Sukses

Arzeti Bilbina Soroti Rencana Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Liputan6.com, Jakarta Kasus penyebaran Covid-19 semakin menyeramkan. Grafiknya menunjukkan angka kenaikkan yang terjadi di berbagai wilayah di tanah Air. Hal itu membuat model yang juga anggota DPR, Arzeti Bilbina khawatir. 

Anggota DPR dari PKB ini pun menegaskan, kesehatan masyarakat sangat penting dan di atas segala-galanya. Pemerintah bersama Satgas Covid-19 dan stakeholder serta masyarakat terus berusaha menekan angka penyebaran virus berbahaya itu. 

Arzeti Bilbina juga menyoroti rencana pembelajaran tatap muka terbatas yang akan dimulai dalam tahun ajaran baru 2021/2022. Model ternama Tanah Air ini meminta rencana tersebut untuk dikaji ulang dengan pertimbangan yang sangat matang. 

 

2 dari 4 halaman

Segalanya

“Kesehatan masyarakat di atas segala-galanya. Grafik kasus Covid-19 terus alami kenaikan. Klaster-klaster bermunculan. Ini harus kita cegah bersama demi menekan penyebaran Covid-19,” ujar Arzeti Bilbina dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/6/2021). 

 

3 dari 4 halaman

Terbatas

“Termasuk rencana pembelajaran tatap muka terbatas di tahun ajaran baru (2021-2022) nanti, harus dilihat secara cermat dengan situasi yang ada saat ini. Saya rasa harus dikaji lebih mendalam, dipertimbangkan dengan sangat matang,” sambung Arzeti Bilbina.  

Dikatakan Arzeti, data terbaru dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), proporsi kasus Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun mencapai 12,5 persen. Ini berarti, 1 dari 8 kasus konfirmasi Covid-19 adalah anak-anak. Hal inilah yang menjadi sorotan Arzeti Bilbina, bahwa keputusan pendidikan harus menjamin kesehatan anak-anak saat pergi ke sekolah dan kembali ke rumah. 

 

4 dari 4 halaman

Dipertimbangkan

Arzeti meminta hal tersebut dipertimbangkan kembali oleh pemerintah daerah, satuan pendidikan. Orangtua juga berperan sangat penting dalam menjaga kesehatan anak-anaknya.  

"Kita ingin menjaga anak-anak Indonesia tetap sehat, namun tidak mengabaikan pendidikannya.Keduanya snagat penting, namun tetap harus mengedepankan kesehatan anak yang utama. Sosialisasi pembelajaran tatap muka harus dilaksanakan secara luas dan mempertimbangkan masukan dari orangtua serta anak-anak didik. Kita ingin Indonesia secepatnya lepas dari Covid-19,” tandas Arzeti Bilbina.