Sukses

Heboh BTS Meal di Indonesia Jadi Sorotan Media dan Warganet Korea Selatan

Liputan6.com, Seoul - Kehebohan penjualan perdana BTS Meal di Indonesia akhirnya sampai juga di kampung halaman Jimin dkk. Sejumlah media dan warganet Korea Selatan memperbincangkan fenomena ini.

Salah satu petikan beritanya dari stasiun TV SBS misalnya, dibagikan di akun Instagram gosip Lambe Turah pada Sabtu (12/6/2021).

Dalam tayangan video singkat ini, diperlihatkan pasukan ojek online alias ojol yang berdesakan di beberapa gerai untuk mendapat menu kolaborasi BTS dan McDonald's.

2 dari 5 halaman

BTS Meal yang Bikin Heboh

Tak cuma tayangan TV, media Chosun Ilbo juga menurunkan artikel mengenai kehebohan penjualan perdana BTS Meal di Tanah Air.

Mereka menyoroti tentang sejumlah gerai yang ditutup karena pelanggaran protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

 

3 dari 5 halaman

Dibaca Puluhan Ribu Kali

Di luar media, sejumlah warganet Korea Selatan juga menyoroti fenomena ini. Lewat forum The Qoo, sebuah foto yang memperlihatkan ojol berdesak-desakan di sebuah gerai McD diunggah.

Kala artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 79 ribu kali, dan mendapat sekitar 600 komentar.

 

4 dari 5 halaman

Bikin Ngeri

"Ini sudah di titik menyeramkan. Ada banyak sekali orang yang berkumpul di satu tempat," kata seorang warganet, dikutip dari situs Pannchoa.

"Wow, ini bukan negaraku tapi aku kasihan dengan para pekerja paruh waktu," kata yang lain.

"Ini karena populasi Indonesia begitu besar. Tenaga kerja manusia mereka hebat banget," yang lain ikut menimpali.

5 dari 5 halaman

Hong Kong dan Inggris

Selain di Korea Selatan, sejumlah media dari negara lain juga ikut mengangkat isu penutupan restoran karena heboh BTS Meal dalam pemberitaan. Media Hong Kong South Morning China Post, menurunkan artikel bertajuk "Indonesian McDonald’s outlets closed BTS meal orders lead to restaurants overrun amid coronavirus fears"

Sementara media Inggris BBC menulis, "McDonald's BTS meals: Indonesia branches forced to shut due to high orders."