Resensi Film Surga yang Tak Dirindukan 3: Paruh Kedua Proses Detail Mengurai Prasangka dalam Cinta

Surga Yang Tak Dirindukan 3 menampilkan Fedi Nuril, Marsha Timothy, dan Reza Rahadian. Film ini disutradarai Pritagita Arianegara.

Diterbitkan 19 April 2021, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Performa Reza Rahadian

Reza seperti biasa tampil meyakinkan. Hanya, penampilannya sedikit banyak masih mengingatkan kita pada Dokter Syarif di jilid kedua. Gaya rambut dan warna vokal sebenarnya bisa dibuat lain agar garis perbedaan dua tokoh ini menebal.

Secara keseluruhan, SYTD terbagi dalam dua paruh. Paruh pertama terasa mengambang dan ada sejumlah catatan kritis. Dari kali pertama nama Ray disebut mestinya, Meirose menaruh curiga.

Termasuk ketika berinteraksi dengan jarak setipis pintu dan kaca jendela mobil. Kecurigaan Ray mestinya menguat. Namun kita tak merasakan itu hingga tatap muka yang paling dinanti terpampang di layar. Agak gimana, gitu.

Pras dan Perputaran Karma

Sejumlah catatan di paruh pertama ini ditebus dengan penyelesaian konflik yang tersaji lebih detail sekaligus indah. Persoalan utama SYTD 3, dugaan yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

Selain itu, ada perputaran karma di mana bibitnya ditabur tokoh utama lalu kini saatnya ia menuai. Dugaan ini dikonfirmasi dengan banyak teknik dari mendengar pendapat sahabat, bertanya ke hati nurani, hingga mencermati ulasan “pakar.”

Pras Melangkah Jauh

Bagi yang mengikuti kisah Pras dari jilid pertama tentu tahu bahwa pria baik-baik ini telah melangkah sedemikian jauh. Di sini, Pras mencari jawaban di tempat kali pertama ia bertemu cinta.

Konfirmasi soal dugaan selingkuh dengan ulasan berbasis agama, introspeksi diri, dan gender menjadi bagian yang asyik. Dari sana, sang tokoh merefleksi diri. Penonton menjadi saksi bagaimana ia bertumbuh, mencerna, hingga memutuskan.

Kelebihan Lain, Lagu Tema

SYTD 3 di paruh kedua memperlihatkan bagaimana para tokoh menyikapi prasangka tanpa banjir air mata atau teriakan histeris. Amarah, kecewa, hingga perpisahan tergambar secara dewasa.

Ini memungkinkan penonton merasakan perpisahan ketika hati masih bertaut. Kebencian berbalut rindu di saat yang sama. Merasa tak butuh namun kecarian di saat yang sama. Nyaris berakhir namun tak mau kehilangan di saat yang sama.

Kelebihan lain, soundtrack. Melly Goeslaw mengemas melodi sesuai rentang vokal BCL. “Selamanya Cinta” dibawakan dengan penuh perasaan. Di lagu ini, BCL seperti tak sedang bernyanyi melainkan membaca surat cinta. Lagu ini menajamkan suasana hati para karakter yang kita sayangi.

 

 

Pemain: Fedi Nuril, Marsha Timothy, Reza Rahadian, Zara Leola, Ali Fikry, Lydia Kandou

Produser: Manoj Punjabi

Sutradara: Pritagita Arianegara

Penulis: Alim Sudio

Produksi: MD Pictures

Durasi: 2 jam

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan