6 Pengakuan Berani Demi Lovato di Dokumenter: Kecanduan Heroin hingga Alami Kekerasan Seksual

Demi Lovato mengaku sudah siap untuk mengungkap pengalaman buruknya pada masa lalu.

Diterbitkan 18 Maret 2021, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bila terlambat sebentar saja, wanita 28 tahun ini memang hampir dijemput malaikat maut. "Waktuku tinggal lima sampai 10 menit. Aku beruntung masih hidup," tutur Demi Lovato.

4. Diperkosa oleh Bandar Narkoba

Saat ditemukan oleh sang asisten, Demi Lovato tak sadarkan diri dengan kondisi tanpa mengenakan sehelai pakaian. Saat penyanyi "Sober" ini sadar di rumah sakit, ia juga ditanya oleh paramedis. ""Saat aku tersadar di rumah sakit, mereka bertanya apa aku sempat melakukan hubungan seks konsensual," tutur Demi. Ia mengingat apa yang dilakuan bandarnya, dan menjawab, ya. 

Namun, saat ia mulai berpikir jernih sebulan kemudian, ia sadar tak mungkin mengambil keputusan untuk melakukan hubungan intim secara konsensual saat berada dalam pengaruh narkoba.

"Saat mereka menemukanku tanpa pakaian, tubuhku biru, dan aku bisa dibilang ditinggal sampai mati setelah dia memanfaatkanku," kata Demi. 

5. Kehilangan Keperawanan karena Perkosaan

Lebih memilukan, ini bukanlah peristiwa kekerasan seksual pertama yang menimpa Demi Lovato. "Aku kehilangan keperawanan dalam sebuah pemerkosaan," tutur wanita 28 tahun ini. 

Pelakunya, adalah seorang aktor yang sempat berpacaran dengannya di usia 15 tahun. Namun kala itu ia sudah menegaskan tak siap untuk melakukan hubungan seksual. 

Tak tahan dengan tekanan mental yang dihadapinya, Demi sempat melapor kepada orang dewasa. Namun sang pelaku tak mendapat ganjaran apa pun. "Mereka tak pernah mengeluarkannya dari film yang ia bintangi," ujar Demi, soal sang pelaku.

 

6. Efek Overdosis

Efek overdosis yang ia alami tak hanya menggoncang jiwanya. Namun juga berdampak besar kepada kondisi fisiknya. "Aku terkena tiga kali strok, satu kali serangan jantung, dan menderita kerusakan otak dari tiga strok," papar Demi.

Saat tersadar di kasur rumah sakit, ia juga mengalami kebutaan. 

Hingga kini ia tak mengemudikan mobil karena memiliki titik buta dalam pandangannya. Ia menjelaskan, "Jadi kadang kalau aku menuang air ke gelas, aku meleset dari gelasnya, karena aku tak bisa melihatnya lagi. Aku juga menderita pneumonia karena mengalami asfiksia dan kerusakan sejumlah organ."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan