Sukses

Penyanyi Cilik Shakilla Briana Ciptakan Lagu Bertaraf Internasional di Usia 10 Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah situasi pandemi yang mengharuskan anak-anak untuk melakukan PJJ di rumah, penyanyi cilik Shakilla Briana membuktikan bahwa kreativitas seorang anak di dunia seni tidak pernah berhenti.

Masih berusia 10 tahun, penyanyi cilik berbakat yang saat ini duduk di kelas 5 SD tersebut, berhasil menciptakan sebuah karya lagu yang terinspirasi dari situasi pandemi saat ini.

Lagunya ini diberi judul “We Just Want The World To Be Just Fine”, yang artinya 'kita hanya ingin dunia baik-baik saja'. Tentunya merupakan gambaran isi hati setiap orang terhadap ketidakpastian dari pandemi sekarang ini.

2 dari 5 halaman

Sepenggal Liriknya

Sepenggal lirik dari lagunya, menggambarkan secara puitis kondisi yang dialami Shakilla:

"Innocents all around the world trying to survive. Trying not to get the sickness that could kill them then and there," begitu sepenggal lirik yang dituangkan.

Bila diartikn, "Orang-orang tak bersalah di seluruh dunia sedang berusaha bertahan hidup. Berusaha agar tidak terkena penyakit yang bisa membunuh mereka saat itu juga."

 

3 dari 5 halaman

Makna Lagu

Makna lagu ini menceritakan perjuangan orang-orang di seluruh dunia yang terus berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan agar bisa bertahan hidup.

Tomy Hidayat, ayahanda Shakilla Briana, mengatakan, “Saya sangat bangga terhadap pencapaian yang diraih anak saya. Saya harap karya lagu Shakilla dapat menyalurkan semangat untuk tetap optimis agar masyarakat Indonesia dapat melewati situasi sulit akibat pandemi COVID-19.”

 

4 dari 5 halaman

Bertaraf Internasional

Lagu “We Just Want The World To Be Just Fine” ini dinyanyikan sekaligus diciptakan sendiri oleh Shakilla Briana dengan taraf internasional.

Tentu saja lagu ini dapat dinikmati secara universal oleh seluruh kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Para penikmat musik sudah dapat mendengar dan mengunduh di Spotify, Youtube, dan platform musik lainnya.

 

5 dari 5 halaman

Dampak Pandemi Covid-19

Sudah hampir satu tahun lamanya sejak pandemi COVID-19 berlangsung di Indonesia, tetapi belum ada kepastian kapan tepatnya pandemi ini akan berakhir. Pandemi COVID-19 ini telah membatasi ruang gerak manusia sehingga tidak dapat berinteraksi secara bebas di setiap aktivitas.

Begitu juga dengan kegiatan belajar-mengajar yang harus dilakukan dengan jarak jauh. Selama hampir satu tahun ini pula, para pelajar terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah secara daring di rumah masing-masing.

Sekolah secara daring ini dianggap tidak begitu baik untuk perkembangan anak karena anak bisa kehilangan tumbuh kembang yang optimal di usia emasnya. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar bila kita melihat produktivitas Shakilla Briana.