Resensi Film Persahabatan Bagai Kepompong: Perlawanan Terhadap Perundungan, Simpel Tapi Mengena

Persahabatan Bagai Kepompong semacam tribute bagi sinetron Kepompong buatan Frame Ritz, yang mengudara di SCTV sekitar pada 2009.

Diterbitkan 28 Februari 2021, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pemeran Utama Tanpa Beban

Kedua, tak disangka akting para pemain utama terasa tanpa beban. Mereka tampak menikmati peran sehingga chemistry terbangun alami antara Ben dan Isabel, Ben bareng geng Kepompong, apalagi Ben dengan Bimo.

Paula dan Ben di awal tampak canggung, setelahnya jadi malu-malu menggemaskan. Untuk drama semacam ini, sebenarnya tak butuh sinematografi penuh gaya.

Yudi Datau mengendalikan ego, sambil sesekali pamer unsur stylish dengan membingkai adegan dari jendela kelas atau angle langit taman temaram yang “mengecilkan” sosok Ben, pertanda nyalinya tengah menciut.

Kejutan dari Pemeran Pendukung

Lalu, ada pemeran pendukung yang di luar dugaan memberi kejutan. Indah di tangan Lulu Tobing, meski kaya tetap bersahaja, hangat, dan tanpa jarak dengan anak sendiri maupun anak orang.

Perangainya yang tenang meyakinkan penonton bahwa ia memang baik dari sononya. Tak salah, Sarjono menitipkan Ben pada kerabatnya yang satu ini. Kejutan lain, Donna Agnesia.

Kita tahu, dominasi dan kejulidan Mama Paula punya alasan kuat. Hanya, tak menyangka bahwa Nyonya Darius Sinathrya yang dikenal lembut dan telah lama absen di layar lebar bisa garang di depan kamera.

Ending Film Enggak Maksa

Kelebihan lain, ending film yang enggak maksa. Ini penting. Alim Sudio sejak awal tahu apa yang mau ditutur yakni isu perundungan. Agar tak berubah menjadi “kampanye terselubung” dibangunlah pendekatan keluarga yang sempurna dan tak sempurna untuk melatari konfllik.

Hasilnya, cerita yang dekat dan hangat tanpa melupakan akar Kepompong yang ringan dan riang. Tema perundungan boleh, terlalu pekat jangan. Mengingat gelap bukan jati diri Kepompong yang dikenal khalayak. 

Dan karena ini tribute, maka Persahabatan Bagai Kepompong tak boleh melupakan pemain aslinya. Generasi baru meneruskan karakter Kepompong sebelumnya. Generasi sebelumnya, memberi dukungan pada anak-anak baru yang terinspirasi.

Mewek di Adegan Puncak

Sulit dipercaya, saya mewek menyaksikan adegan puncak saat Ben menyampaikan presentasi dalam slide-slide yang dijagai Bimo. Semangat perlawanan yang diasup Ben dari buku Max Havelaar diejawantahkan dalam perang melawan perundungan secara elegan.

Yakni, membuat garis pembeda yang jelas dan tebal antara perundung dan yang menonak dirundung. Sebuah spirit positif yang disajikan dalam dunia penuh warna, ringan, jenaka, kadang terjebak stereotipe formasi geng perempuan, namun tetap menghibur.

Jangan menunggu di bioskop, karena Persahabatan Bagai Kepompong menyapa lewat Disney+ Hotstar. Nikmatilah kerenyahan persahabatan yang menolak perundungan dari gawai Anda.

 

 

 

Pemain: Bio One, Yasmin Napper, Beby Tsabina, Fatih Unru, Gunawan, Lulu Tobing, Donna Agnesia, Tommy Kurniawan

Produser: Sentot Sahid

Sutradara: Sentot Sahid

Penulis: Alim Sudio

Produksi: Frame Ritz, Max Pictures

Durasi: 1 jam, 34 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan