Resensi Film Hujan di Balik Jendela: Cinta, Luka Akibat Perselingkuhan dan Waktu yang Menyembuhkan

Jelang Valentine, Hujan di Balik Jendela dirilis. Diperkuat Clara Bernadeth dan Bio One, film ini mengisahkan cinta yang diwarnai perselingkuhan.

Diterbitkan 14 Februari 2021, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Performa Seorang Clara

Kesan tua muncul juga dari gaya bicara yang datar dan tatapan mata hampa. Baru terasa hidup saat interaksi dengan Dika menyering. Cinta mengubah sudut pandang.

Sunu mengemas adegan perselingkuhan dengan lembut, sehingga batas protagonis dan antagonisnya menjadi gradasi. Penonton mau menyalahkan pelaku pun jadi tidak tega, meski hati mereka membela korban.

Pertikaian disajikan minim teriakan, emosi datang dari dialog tatap muka dan kontak mata. Clara, Bio One, dan Yasamin memberikan penjiwaan yang apik. Tatapan Yasamin ke Clara atau amarah Clara mengetahui dirinya dikerjai, misalnya.

Perubahan Sorot Mata

Perubahan sorot mata dari kesepian lalu terisi kembali membuat kita berempati akan nasib pilunya. Ekspresi Bio saat membaca surat menyiratkan kehilangan dan pedih yang melumuri benaknya.

Ketiga karakter ini menjadi poros cerita dan konsisten hingga menit-menit akhir. Masalahnya, begini. Syuting di tengah pandemi berdampak pada minimnya jumlah tokoh yang bisa dihadirkan dalam cerita. Terlalu banyak tokoh menciptakan kerumunan saat syuting dan berpotensi jadi klaster baru.

Itu bisa dipahami. Karenanya, kisah Hujan di Balik Jendela berfokus pada tiga wajah berikut hati mereka. Dibuka dengan adegan mempelai laki-laki, kita tak melihat bagaimana pernikahan itu terjadi. Pun latar belakang tokoh utama diuntai dalam dialog.

Buramnya Latar Belakang Tokoh

Tidak tergambar detail mereka kuliah, merintis karier, dan yang paling penting kehadiran orangtua Dika-Alda. Pun Daniel yang jadi “biang masalah” bagi kejiwaan Gisel, sebatas kata. Inilah solusi yang akhirnya ditempuh Hujan di Balik Jendela untuk membuat tokoh-tokoh mereka kokoh.

Jika Anda bisa memahami keterbatasan ini, maka mudah untuk menikmati kisahnya. Hujan di Balik Jendela berusaha menghindari klise dalam kisah cinta segitiga. Solusi masalah mungkin mengingatkan kita pada sejumlah film bertema serupa.

Keputusan Akhir yang Logis

Namun keputusan akhir yang diambil para tokoh terbilang logis. Keunggulan lain film ini, latar agama dan budaya. Di tengah fanatisme yang belakangan memekat, melihat adegan ibadah di kelenteng berikut suasana khusuk dalam doa membuat hati adem.

Hujan di Balik Jendela cukup berhasil menjadi film romantis, syahdu, dengan interaksi antartokoh yang intens. Pas untuk dinikmati bersama Valentine. Siapkan berondong, minuman, dan redupkan lampu kamar. Selamat menikmati.

 

 

Permain: Bio One, Clara Bernadeth, Yasamin Jasem

Produser: Karli Surya Winata, Agung Haryanto

Sutradara: Dyan Sunu Prastowo

Penulis: Raditya Kurnia, Budhita Arini

Produksi: Klik Film Production

Durasi: 1 menit, 28 detik

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan