Sukses

Daniel Mananta Shock, Sehari Sebelum Ultah Hadiri Upacara Penutupan Peti Jenazah Anak Sahabatnya

Liputan6.com, Jakarta - Selain komunikasi dengan nurani, ada satu momen dramatis yang dialami Daniel Mananta hingga membuatnya mantap mendekat kepada Tuhan. Momen itu terjadi sehari sebelum pemain film A Man Called Ahok ini berulang tahun.

Tanggal 13 Agustus 2020, Daniel Mananta bikin janji makan malam bareng sahabat. Sayang, rencana indah itu batal. Mendadak, sang sahabat mengabari bahwa anaknya kecelakaan.

“Anaknya (sebut saja) Joni yang baru berumur 19 tahun kecelakaan mobil, koma, kritis, dan meninggal dunia, yang seharusnya makam malam tanggal 13 Agustus tersebut tapi malah ke upacara penutupan peti,” kata Daniel Mananta.

2 dari 5 halaman

Hari Ini Melayat, Besok Ultah

Menghadiri pemakaman anak Joni membuat bintang film A Man Called Ahok terperenyak. “Di situ gue melihat kayak, wah anak umur 19 tahun, sedangkan besoknya gue ulang tahun,” ujar Daniel Mananta.

Penutupan peti jenazah menyadarkan Daniel Mananta bahwa dalam hidup, pencapaian manusia itu tak 100 persen hasil usanya sendiri. Ada tangan Tuhan yang memainkan peran penting.

3 dari 5 halaman

Hadiah dari Tuhan

“Itu bukan lagi karena performa, usaha, atau jago banget memilih makanan. Bukan lagi karena kita ngegym setiap hari atau apa pun itu. Ini benaran lo, karena hadiah dari Tuhan,” Daniel Mananta menyambung.

Ini disampaikannya dalam video bertajuk “Daniel Keluar dari Idol: Gue Mau Taat Ma Tuhan” yang dipublikasikan kanal YouTube Melaney Ricardo, Selasa (24/11/2020).

4 dari 5 halaman

Tak Merusak Hati Gue

Daniel Mananta lantas berpikir, alangkah baiknya hidup yang merupakan hadiah Sang Khalik ini dipergunakan sebaik-baiknya agar berbuah makin baik dan berkembang bagi sesama.

“Jadi gue benaran deh, gue ngeblok banget, ngefilter banget apa yang bisa masuk ke kepala gue, kuping gue, supaya itu enggak merusak hati gue,” urai bintang sinetron I Love U Boss

5 dari 5 halaman

Kedamaian dan Buah Manis

Penyaringan informasi atau apa pun yang berasal dari sekitar, kata Daniel Mananta, penting agar ia dan keluarga terhindar dari pengaruh negatif. Sejauh ini, Daniel Mananta merasakan manfaatnya.

“Jadi gue benar-benar jaga banget hati gue agar enggak hidup dengan ketakutan, stres, depresi, tidak ada kedamaian, begitu. Gue menjaga banget supaya output yang keluar berupa kedamaian dan buah-buah yang manislah,” pungkasnya.