Sukses

Dena Rachman Usai Pindah Agama: Identitas Transpuan atau Apapun Itu Enggak Penting Ternyata

Liputan6.com, Jakarta Dena Rachman blak-blakan mengaku telah pindah keyakinan. Menjadi seorang Nasrani, “perjumpaan” kali pertama dengan Sang Khalik terjadi saat ia menghadiri misa melepas kepergian ayah seorang sahabat di gereja di AS.

Dena Rachman sempat menjadi ateis. Dulu Dena Rachman kerap mempertanyakan diri sendiri, Tuhan, dan keberadaanNya. “Kalau memang Engkau ada dan sayang dengan umatMu, mengapa aku dibikin seperti ini, kenapa?” aku Dena Rachman.

Berbekal prinsip bahwa manusia tanpa pegangan akan lepas kendali, akhirnya Dena Rachman menemukan keyakinannya. Dena Rachman menggambarkan hidupnya kini penuh damai dan suka cita.

 

2 dari 5 halaman

Terlalu Fokus Sama Ritual

“Menurut gue, orang-orang yang sekarang ngaku religius, terlalu fokus sama ritualnya tapi mereka lupa sama hubungannya,” Dena Rachman berpendapat. Fokusnya kini bukan ritual ibadah.

Namun meningkatkan kualitas hubungan dengan Sang Khalik, mengisi hati dengan emosi positif, dan menolong sesama di sekitarnya. Perlahan, Dena Rachman mencapai pendewasaan diri.

3 dari 5 halaman

Gue Jadi Sadar...

“Karena itu gue jadi sadar yang selama ini gue mikir identitas gue tuh ini-itu. Event identitas gue itu transpuan atau apapun itu, enggak penting bo ternyata,” beri tahu bintang film Flight 555.

Ini disampaikannya dalam video “Dena Rachman Menjadi Suara, untuk yang Tidak Bersuara” yang mengudara di kanal YouTube Daniel Mananta Network, Rabu (17/11/2020).

 

4 dari 5 halaman

My Heavenly Father

“Setelah gue punya hubungan sama Tuhan gue, sama my Heavenly Father, ternyata dibilang enggak penting bo. Tadinya gue berpikir lo sebagai ini… enggak cukup. Lo itu kegagalan. Lo harus begini begitu. Ternyata enggak,” paparnya panjang.

Mendalami ajaran agama sambil tetap memanusiakan sesama membuat Dena Rachman paham bahwa setiap orang itu unik serta layak dikasihi. Dena Rachman kini menjadi lebih percaya diri. 

5 dari 5 halaman

Cukup, Dikasihi, dan Berharga

“Itu yang paling penting dan apa yang saya rasakan tentangNya. Kamu cukup, kamu dikasihi, dan kamu berharga,” ujar artis kelahiran Jakarta, 30 Agustus 1987. Selain menyayangi orang lain, Dena Rachman mencintai diri sendiri.

“Jadi yang tadinya gue kayak enggak merasa berharga karena identitas gue di dunia ini kurang, menurut gue dan beberapa orang. Cuma akhirnya setelah gue punya hubungan (dengan Tuhan) itu enggak,” ia mengakhiri.