Sukses

Wawancara Eksklusif Wawan Wanisar Pemeran Pierre Tendean, Dihantam Gagang Senapan dan Disundut Rokok Saat Syuting

Liputan6.com, Jakarta Rabu (30/9/2020), sosok Lettu Pierre Tendean ramai dibahas warganet. Almarhum salah satu korban dalam tragedi berdarah G30S/PKI tahun 1965. Dalam film Pengkhianatan G30S/PKI, sosok ajudan Jenderal AH Nasution itu diperankan aktor Wawan Wanisar.

Dalam sesi wawancara eksklusif lewat telepon pada Rabu hari ini, Wawan Wanisar mengenang romantika berakting sebagai Pierre Tendean di bawah arahan sineas Arifin C. Noer, di tahun 1983. Sebagai pendatang baru di industri film saat itu, perjalanan Wawan Wanisar mendapat peran krusial jelas tak mudah.

Wawan Wanisar sempat sowan ke kediaman Jenderal A.H. Nasution sebelum syuting.

Dan, inilah laporan khas Showbiz Liputan6.com dari wawancara eksklusif tersebut yang dirangkum menjadi 6 fakta mencengangkan saat Wawan Wanisar menjelma menjadi Lettu Pierre Tendean yang ganteng itu.

Silahkan disimak..

2 dari 7 halaman

1. Menghadap Jenderal Nasution

Tak berniat terjun ke dunia akting, sahabat Wawan Wanisar yang terlibat film Pengkhianatan G30S/PKI yang mengabari kepala unit Arifin C. Noer bahwa ada sosok yang layak dijajaki sebagai pemeran Pierre Tendean.

Suatu hari pada 1982, ia mengundang Wawan Wanisar, dan kemudian memintanya menghadap Jenderal Nasution. “Dia bilang: Diharap dengan sangat untuk datang ke kediaman Jenderal Nasution,” ujar Wawan Wanisar. Kala itu ia gugup.

 

3 dari 7 halaman

2. Dimaki di Belakang Rumah Nasution

Menghadap dan berinteraksi dengan keluarga Jenderal AH Nasution di rumahnya, Wawan Wanisar akhirnya mendapatkan restu. “Istri Pak Nasution mengiyakan,” beri tahu Wawan Wanisar.

Lalu sebuah insiden terjadi. Asisten Arifin C. Noer, Hadi Poernomo, membawanya ke belakang rumah sang jenderal, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Di sana Wawan dimakinya. 

Tersinggung, Wawan Wanisar mencengkeram kerah baju Hadi. Ketakutan, Hadi berteriak ke Arifin, “Mas! Oke!”

“Rupanya saya lagi dites,” kenang Wawan Wanisar sambil tergelak.

 

4 dari 7 halaman

3. Perut Dihantam Gagang Senapan

Memerankan Lettu Pierre Tendean bukan hal mudah bagi Wawan Wanisar. Adegan yang paling susah, saat kediaman Jenderal AH Nasution, 1 Oktober 1965 dinihari, kedatangan tamu tak diundang yang ingin menculik sang jenderal. Ada adegan badan Pierre Tendean dihantam popor alias gagang senapan.

Wawan minta agar ia dipopor betulan. “Meski popor dilapisi busa, tetap saja sakit. Badan termasuk perut saya baret-baret kemerahan. Syuting adegan dipopor diulang lebih dari 10 kali. Anda bisa bayangkan,” Wawan Wanisar mengingat.

 

5 dari 7 halaman

4. Disundut Rokok Betulan

Usai dipopor, dalam film Pierre Tendean digambarkan diikat di pohon dan disundut rokok. Agar menampilkan ekspresi natural, Wawan Wanisar sendiri yang meminta lawan mainnya menyundut rokok betulan. Saat itu para kru shock mendengar permintaan sang aktor.

“Saya ingat betul diikat di pohon jam 2 pagi. Syuting baru mulai saat subuh. Saya disundut rokok betulan. Terasa betul sensasi panasnya. Habis syuting, tali dilepas, tubuh saya langsung lunglai saking lemas,” kenangnya.

 

6 dari 7 halaman

5. Tubuh Dilumuri Tanah Liat

Syuting Pengkhianatan G30S/PKI mencapai klimaks tatkala adegan Lettu Pierre Tendean tewas. Wawan Wanisar harus beradegan menjadi jenazah dalam kondisi mengenaskan. Penata rias film, Barkah, melumuri tubuh sang aktor dengan tanah liat dan lateks.

“Saya diminta membujur kaku tak bergerak. Soalnya kalau bergerak, tanah liat di tubuh saya retak. Nanti enggak kelihatan natural di kamera,” beri tahu Wawan Wanisar.

 

7 dari 7 halaman

6. Membujur Kaku, Dikerubuti Lalat

Penasaran, Showbiz Liputan6.com pun bertanya, berapa lama Wawan harus akting membujur kaku. “Sekitar 5 jam,” jawab Wawan Wanisar ringkas. Syuting terasa semakin menyiksa karena tubuhnya dilapisi lateks.

“Tujuan dilapisi lateks supaya dikerubuti lalat dan tercipta efek real. Ternyata benar, lalat berdatangan mengerubuti saya,” kata aktor berusia 70 tahun ini menyambung.

Efek ngeri adegan ini sungguh meneror penonton.