Sukses

Sandra Dewi Alami Kejadian Ini Saat Ditinggal Sendiri Usai Bersalin

Liputan6.com, Jakarta - Sandra Dewi menceritakan perjuangan saat melahirkan anak kedua, Mikhael Moeis, secara normal. Kala itu tenaganya seakan habis dan tak sanggup mengejan untuk melahirkan sang buah hati. Bintang sinetron Cinta Indah dan Putri Bidadari putus asa hingga merasa ajalnya sudah dekat. Namun Tuhan menunjukkan kebesaranNya. Mikhael Moeis akhirnya dilahirkan dengan selamat.

Sesaat setelah lahir, bayi mungil itu dilarikan ke ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk observasi. Sandra Dewi ditinggal seorang diri di kamar bersalin dalam keadaan bingung.

"Gue kayak orang bengong dan gue ditinggal sama dokter dan suster. Gue sendirian dan Harvey ikutin Mikha. Gue sendirian terus bengong. Gue bilang 'Tuhan ini kenapa? Kenapa semua orang tinggalin gue ketika habis ngelahirin?'" ucap Sandra Dewi di YouTube Daniel Mananta, Jumat (29/9/2020).

2 dari 5 halaman

Penuh Kebingungan

Di tengah kondisi yang penuh kebingungan, tiba-tiba Sandra Dewi seperti mendengar suara. Suara itu mengatakan bahwa sang anak berada dalam kondisi baik-baik saja.

3 dari 5 halaman

Tuhan Menjawab Doa

"Gue mendengar suara. Tuhan menjawab doa gue dan gue yakin banget anak gue baik-baik saja. Ketika semua orang nangis, panik, gue tidak mengeluarkan air mata setetes pun di rumah sakit, karena gue tahu Tuhan bilang anak gue baik-baik saja," bintang film Quickie Express bercerita.

 

4 dari 5 halaman

Gue Tenang

Bisikan itu benar-benar menguatkan Sandra Dewi. Ia tenang dan yakin bahwa tak akan terjadi hal buruk pada bayinya.

"Itu juga kayak enggak masuk akal kok gue tenang. Kenapa gue enggak nangis satu tetes pun. Air mata gue tuh enggak ada. Sampai detik ini gue enggak ada ketakutan karena gue tahu Tuhan bilang baik-baik saja," ucap Sandra Dewi.

 

 

5 dari 5 halaman

Semuanya Sempurna

Benar saja, anaknya lahir dalam keadaan sehat. "Pas dicek semuanya sempurna, baik, sehat, dokter juga bilang, 'Hebat ya kayak enggak ada bekas.' (Padahal) dia pernah dalam proses kelahiran yang tidak sempurna, tidak maksimal," ia mengakhiri.