Film Tilik Tembus 7,5 Juta Penonton, Bu Tejo dan Korban Gibah Sama-sama Abu-abu

Tilik ramai dibahas warganet dan menimbulkan pro-kontra. Kami mengulas film pendek karya sineas Wahyu Agung Prasetyo ini untuk Anda.

Diterbitkan 23 Agustus 2020, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, JakartaMangkane yen nduwe HP aja mung dinggo nggaya tok, dinggo golek informasi ngana, lo (makanya kalau punya ponsel jangan hanya buat gaya, tapi untuk cari informasi gitu, lo),” cetus Bu Tejo (Siti Fauziah) di awal film Tilik.

Dalam Tilik, Bu Tejo berada di bak truk milik Gotrek (Gotrek) yang melaju ke salah satu rumah sakit, tempat Bu Lurah dirawat. Perjalananan yang lumayan jauh diisi Bu Tejo dan para ibu lain untuk menggunjing Dian (Lully Syuahkisrani) yang dikabarkan dekat dengan Fikri (Hardiansyah Yoga).

Walhasil, Tilik menjadi road movie sarat gibah. Gunjingan Bu Tejo soal Dian ditanggapi sejumlah ibu. Mari kita absen satu per satu. Pertama, Yu Sam (Dyah Mulani) pendengar setia yang mudah diombang-ambing informasi terkini versi Bu Tejo.

 

Yu Ning dan Bu Tri

Kedua, Tri (Angeline Rizky). Menilik perangainya, ia komplotan Bu Tejo yang gemar membenarkan dan membumbui informasi Bu Tejo. Ketiga, Yu Ning (Brilliana Desy). Ia getol memerangi gibah Bu Tejo. Pergunjingan ini mencapai puncak saat Yu Ning menuding Bu Tejo tukang fitnah yang hobi pamer.

Sepintas road movie ini simpel dengan ide cerita yang amat sehari-hari, yakni mengisi waktu senggang di jalan dengan ngomongin orang. Jika kita perhatikan dengan saksama, ini bukan sembarang gibah. Dalangnya, intelek dalam melontar isu.

Bu Tejo memulai aksinya dengan teknik memperbarui informasi seputar seseorang, diakhiri pertanyaan. Korban informasi yang belum tentu benar ini menjawab berdasarkan referensi pengetahuan mereka. Dengan begitu, tersangka gibah bukan hanya satu.

 

Teknik Gibah ala Bu Tejo

Kedua, sang dalang mengemas informasi samar dengan data yang membuat orang lain (merasa) terkoneksi. Artinya, “kompor” induk mengirim bahan bakar untuk memanasi kompor lain. Kompor lain yang dimaksud adalah warga desa termasuk netizen yang mahabenar di Facebook.

Ketiga, saat mulai terdesak, sang dalang mengeluarkan jurus pamungkas. Yakni, membela diri berbungkus aksi mulia mengajak korbannya berpikir lebih jernih.

Lo, la iya tapi coba mbok mikir. Aku ki bukane nyilikne bandane keluargane Dian lo ya (Tapi coba kita berpikir, aku bukannya mengecilkan harta benda keluarga Dian),” kilah Bu Tejo. Usai mengajak berpikir, ia mengeluarkan racun yang lagi-lagi dibungkus data dan fakta sejarah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Cetha ket cilik Dian ki ditinggal minggat karo bapakne, ibune nduwe sawah yo ora sepiraa. Mulakna rampung SMA deweke ora kuliah (sudah jelas sejak kecil Dian ditinggal bapaknya. Ibunya punya sawah tapi tak seberapa luas),” Bu Tejo mengulas.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan