Sukses

Sinopsis Series SCTV Magic Tumbler Season 3: Rendy Tersahut Omongan Nadien, Episode Kamis, 13 Agustus 2020

Liputan6.com, Jakarta Magic Tumbler Season 3 sore ini, Mora sudah sangat dekat dengan Rendy dan siap menyedot Panji dari tubuh Rendy. Olive menangis karena mungkin setelah ini Rendy akan mati. Tapi tiba-tiba, DUAAAR.. Panji keluar dari tubuh Rendy dan memberontak pada Mora. Mora mental dan berubah jadi asap. Perlahan asap itu hilang seiring hilangnya teriakan amarah Mora.

Dan Magic Tumbler Season 3 selanjutnya, Olive dan Jonny kembali normal, mereka lega Mora sudah kalah dan lenyap. Menurut Panji, tadi itu adalah kekuatan terakhirnya, dan setelah ini Panji akan lemah, begitu juga dengan Rendy. Panji lalu masuk lagi ke dalam tubuh Rendy, seketika Rendy jatuh lemas.

Sejak itu Rendy tak mampu berjalan lagi sangking lemahnya. Untungnya sekarang Panji sudah tidak bisa kambuh lagi sehingga Rendy sudah bisa pulang dan kembali bersama Olive dan keluarganya. Meski Rendy sekarang duduk di kursi roda, Olive tetap sayang dan setia sama Rendy. Diam-diam hati Ronald pupus karena cinta Olive pada Rendy memang sangat tulus.

Tapi meski Olive tulus sama Rendy, justru Rendy yang merasa bersalah dan minder sama Olive. Olive berhak dapat pasangan yang normal, bukan lemah tak berdaya seperti dia. Apalagi Nadine sering panas-panasin Rendy dengan mengatakan bahwa sebenarnya Olive itu hanya kasihan sama Rendy, padahal sih Olive mulai naksir sama Ronald.

Awalnya Rendy nggak percaya, tapi hari itu Rendy melihat Olive sedang ngobrol serius dengan Ronald. Rendy jadi terhasut omongan Nadine, padahal saat itu Olive hanya berterima kasih sama Ronald karna Ronald sudah menyelamatkan Enyaknya. Olive baru tau kalau Ronald-lah yang talangin uang arisan warga sehingga Enyak nggak dilaporin ke Polisi.

Magic Tumbler Season 3 selanjutnya...

 

 

2 dari 3 halaman

Benar-benar Tulus

Rendy mulai menjauhi Olive dan Ronald. Olive dan Ronald jadi heran melihat perubahan sikap Rendy yang sekarang sangat pendiam. Olive jadi sedih, apalagi kabarnya Nadine mau mengajak Rendy berobat keluar negeri supaya bisa jalan lagi.

Nadine terus usaha supaya pertunangan Olive dengan Rendy putus. Tapi Jonny nggak tinggal diam. Seperti hari itu, Nadine sengaja memeluk Rendy, lalu Tania disuruh motret diam-diam. Nadine lalu kirimin foto itu ke Olive biar Olive cemburu. Tapi sebelum foto sampai di tangan Olive, Jonny sudah menyihir foto itu.

Di foto bukannya Nadine lagi meluk Rendy, tapi Nadine lagi meluk Jonny yang pasang muka konyol. Jonny bahkan sengaja tempel foto itu di mading kampus. Alhasil Nadine keki banget di-cengin teman-teman sekampus, alay banget sih pamer foto sama pacar di mading!..

Jonny dan Jenny jadi kasihan sama Olive, giliran sudah bersatu lagi dengan Rendy, tapi keadaan seperti ini. Jonny lalu menemui Rendy dan tantang Rendy untuk membuktikan ketulusan Olive padanya. Jonny suruh Rendy ajak Olive menikah secepatnya, jika Olive mau, berarti Olive benar-benar tulus.

3 dari 3 halaman

Untuk Selamanya

Hari itu Jonny menyiapkan karpet terbang khusus untuk Rendy dan Olive. Di atas udara Rendy bertanya pada Olive, mau kah kamu menikah sama aku secepatnya dengan kondisi aku seperti ini?.. Olive terharu banget Rendy bilang begitu. Baru saja Olive mau jawab, tiba-tiba karpet terbang terasa ada yang menyedot dari bawah. Karpet oleng dan akhirnya mendarat. Olive dan Rendy kaget banget karna sudah ada Mora menunggu mereka di bawah. Ternyata Mora masih hidup dan tetap menuntut Panji keluar dari tubuhnya Rendy.

Mora tersenyum jahat dan menghampiri Rendy. Mora tau sekarang Panji sudah tak punya kekuatan lagi sehingga tak akan mungkin melawan. Mora mengerahkan kekuatannya, menarik Panji dari tubuh Rendy. Olive sangat panik dan memanggil Jonny, Jonny datang tapi percuma karena Panji sudah ditarik sebagian oleh Mora. Sementara itu, Rendy makin lemah seiring Panji keluar dari tubuhnya. Olive menangis memeluk Rendy dari belakang, seolah nggak rela melepaskan Rendy untuk selamanya.

Air mata Olive menetes mengenai punggung Rendy, sementara raga Panji sudah keluar penuh bersama Mora. Mora tertawa menang dan menggandeng tangan Panji, tapi tiba-tiba Panji berubah jadi asap hitam yang terbang tinggi lalu hilang. Mora panik dan murka, KENAPA PANJI HILANG?!..