Sukses

5 Potret Kocak Menyebalkan Trio Bintang-Abrar-Ali di Pesantren Rock N' Dut SCTV

Liputan6.com, Jakarta Pesantren Rock N' Dut menjadi salah satu tontonan televisi Top 5 di Tanah Air saat ini. Sejak ditayangkan 1 Juni 2020 di SCTV, secara pasti sinetron garapan rumah produksi Screenplay Productions ini mencuri perhatian pemirsa.

Pencinta setia Pesantren Rock N' Dut memiliki banyak alasan untuk menyukai drama ini. Kisah dengan dialog segar serta selipan pesan agamis yang universal bisa jadi faktor pemikat. Termasuk kehadiran para artis yang menghidupkan karakter-karakter menarik dalam cerita.

Beberapa di antaranya adalah kehadiran trio Bintang-Abrar-Ali. Pesantren Rock N' Dut menceritakan tentang kehidupan para santri di Pesantren Tsurayya yang digambarkan terletak di pinggir ibukota. 

Inti cerita adalah tentang Nayla, santriwati dan hubungannya dengan Sahur serta Dimas. Konflik pun berkembang tidak hanya soal asamara remaja semata, tapi juga soal keberadaan pesantren dan Kyai Sobri pimpinannya yang diusik oleh Bagja, adiknya.

Dan, tentu dalam setiap cerita dengan jagoan pujaan pemirsa, selalu ada sosok-sosok pembawa tugas ice breaking di setiap adegan. dan peran itu dimainkan dengan baik oleh Husni Ramdan sebagai Bintang, Kriss ANjar berperan sebagai Abrar serta Ali yang dimainkan oleh Fahmi Omar. 

Ini dia potret kocak sekaligus menyebalkan trio santri ini di Pesantren Rock N' Dut.

2 dari 6 halaman

1. Betawi-Jawir

Bintang digambarkan sebagai santri senior berdarah Betawi, gemarnya berpantun. Dia memiliki sahabat: Abrar dan Ali yang seringkali manut dengan apa saja yang dikatakannya. 

Ali yang seringkali tak nyambung saat diajak bicara berasal dari Kebumen. Gaya dialog ngapak-ngapaknya khas. Bintang dan Abrar menyapanya: Jawir.

3 dari 6 halaman

2. Gemar Pantu, Bicara Nggak Nyambung

Bintang yang seringkali menraktir Abrar-Ali, memang bersikap layaknya bos dalam trio kocak dan menyebalkan ini. Bintang terobsesi pada Aida (Nadya Arina), keponakan Kyai Sobri pimpinan Pesantren Tsurayya. 

Ada saja ualah Bintang yang menyebalkan dan kocak saat ingin mencari perhatian Aida. Dan biasanya butuh bantuan 'anak buahnya' Abrar dan Ali. Celakanya, perintah-perintah itu lebih sering tak nyambung.

4 dari 6 halaman

3. Sebal pada Sahur atau Takur

Bintang paling sebal pada Sahur. Soalnya, santri nyentrik itu punya banyak kesempatan dekat dengan Aida. Makanya ada saja ulah Bintang dibantu Abrar dan Ali untuk mengusik Sahur. 

Repotnya, meski santri-santri senior, Bintang-Abrar-Ali ini lebih sering tak beruntung dalam melancarkan aksinya. Mereka malahan tak jarang balik dikerjain Sahur, yang disapa Takur oleh Bintang. 

5 dari 6 halaman

4. Iya-iya-iya, Adu-duh-duh

Pemirca setia Pesantren Rock N' Dut hafal sekali kebiasaan trio ini dalam bercakap-cakap. Mereka gemar mengucapkan kata: "ya-iya-iya.." berulang kali dengan cara dan gestur kocak, saat menyatakan setuju. 

Atau yang lebih lucu lagi jika kesal trio ini spontan bilang "aduh-duh-duh..." dengan gerak tubuh kocak. Asli, mestinya pemirsa selalu tertawa lihat ulah mereka. 

Penulis skenario Fiona Mahdalena sukses membangun karakter-karakter kocak ini menjadi kesayangan pemirsa dengan dialog segar. Meski sebal tapi kita bisa tertawa lihat ulah mereka. 

6 dari 6 halaman

5. Ta'aruf Gagal, Obsesi Mental

Sok jagoan tapi sebenarnya Bintang-Abrar-Ali seringkali digambarkan pengecut. Mereka selalu keok hadapi apapun. Entah saat turun tangan membantu keamanan pesantren. Atau urusan asmara. 

Ali terobsesi pada Iis (Zsa Zsa Utari), santriwati yang gemar berucap "Astaghfirullah al adzim Iis khilaf". Ustaz Kodrat, membantu Ali melakukan ta'aruf. Tapi, Iis yang juga berpembawaan kocak, menolak karena dia lebih suka pada santri Dimas (Bio One). Ali merasa patah hati dengan ekspresi kocak tentunya.

Sementara Bintang tak letih megejar cinta Aida. Tak pernah ditanggapi, tapi dengan gaya menyebalkan Bintang ngotot tetap mengejar. Abrar dan Ali, dua sahabatnya selalu siap mewujudkan aksi Bintang.