Sukses

3 Pesan Moral yang Bisa Diambil dari Vidio Original Series Omen

Liputan6.com, Jakarta Vidio original series Omen resmi berakhir pada Jumat, (05/6/20) lalu. Serial tersebut menamatkan ceritanya dalam 12 episode.

Series yang diadaptasi dari novel best seller karya Lexie Xu itu dianggap sukses meraih perhatian penonton selama masa penayangannya.

Hal tersebut lantaran jalan cerita yang disajikan Omen berbeda dari kebanyakan serial pada umumnya. Dibintangi oleh Cut Syifa, Rangga Azof, dan Ciccio Manassero, Omen menghadirkan sebuah drama remaja berbalut misteri yang penuh teka-teki.

Banyak hal-hal menarik yang bisa dipelajari dari serial Omen ini. Kisah dari Erika dan Eliza secara tidak langsung mengajarkan kepada kita bahwa jangan mudah menilai seseorang hanya dari luar.

Setiap film maupun serial yang dibuat, pasti mempunya pesan moral yang tersirat, begitupun dengan series Omen ini. 

Lantas, pelajaran apa yang bisa diambil dari serial Omen menurut sutradara serta para pemainnya? Simak ulasannya berikut ini.

2 dari 4 halaman

1. Cut Syifa

Dalam serial ini, Cut Syifa memerankan dua karakter anak kembar, yakni Erika dan Eliza. Meskipun begitu, keduanya memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Erika sangat tomboy, sementara Eliza lebih cenderung feminim.

Meskipun begitu, Erika kerap diperlakukan tidak adil oleh ibunya karena suatu hal. Begitupun dengan Eliza yang menganggap jika saudara kembarnya itu selalu merebut kebahagiaanya.

Menurut Cut Syifa, pesan moral yang dapat diambil dari serial ini adalah jangan melihat suatu masalah hanya dari satu sudut pandang. 

“Kita harus melihat dari berbagai perspektif, jadi nggak langsung nuduh orang. Tapi cari bukti, cari tahu lebih dulu. Terus bukan karena dulu seseorang pernah melakukan kesalahan, bukan berarti dia terus-terusan salah,” ujar Cut Syifa dalam tayangan behind the scene Omen.

3 dari 4 halaman

2. Ciccio Manassero

Aktor muda Ciccio Manasero juga terlibat dalam serial Omen. Di sini, ia memerankan tokoh Ferly yang merupakan cowok idola di sekolah Erika dan Eliza. Cio, panggilan akrabnya, juga punya pesan moral tersendiri dalam serial tersebut.

Menurutnya, original series Omen memiliki pelajaran hidup yang baik. Seperti tidak mudah untuk melihat orang yang memiliki kesan ‘negatif’ sebagai sesuatu yang buruk, begitupun sebaliknya.

“Menurut gua ada pesan yang sangat baik ya. Di Omen tuh yang kelihatannya buruk, jelek, urakan, belum tentu dia jahat. Tapi orang yang kelihatannya baik, belum tentu juga dia baik. Jadi, you can not judge someone or something by its cover,” ungkapnya.

4 dari 4 halaman

3. Arie Azis

Sepak terjang Arie Azis sebagai sutradara untuk film-film bergenre horor dan thriller, membuat ia dipercaya untuk menggarap serial Omen.

Sebagai seorang sutradara, Arie Azis juga mengungkapkan pesan yang sarat akan makna dari serial tersebut. Ia berpesan agar tidak mudah percaya kepada seseorang meskipun memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kita.

“Jangan terlalu percaya sama orang, walaupun orang itu sedekat apapun. Kita juga harus pakai akal dan logika untuk bisa percaya apa kata orang itu,” tutupnya.

Kini, penonton bisa menyaksikan episode lengkap dari Vidio original series Omen. Bagi yang penasaran dengan ceritanya atau ingin menonton ulang serial tersebut dari awal, bisa menontonnya di aplikasi streaming Vidio. Klik tautan berikut untuk nonton.

Khusus di bulan Juni, Vidio punya penawaran spesial untuk berlangganan voucher premier. Cukup membayar Rp 15 ribu dengan mengaktifkan kode voucher VIDIOLIBURAN, penonton bisa menikmati original series Omen dan tayangan lainnya selama satu bulan penuh. Klik di sini untuk aktivasi voucher