The Last Dance: Tarian Terakhir Michael Jordan dkk, Sang Legenda Chicago Bulls

The Last Dance, dipinjam dari istilah yang digunakan pelatih Phil Jackson untuk tahun terakhirnya di Chicago Bulls.

Diterbitkan 06 Mei 2020, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sementara itu, meski masing-masing episode punya fokus yang berbeda, setiap bagian ini masih berhubungan dalam sejumlah benang merah. Mulai dari dinamika membangun tim, persaingan dengan Detroit Pistons, dan salah satu yang paling panas: ketegangan antara para pemain dan pihak manajemen.

Michael Jordan dkk, adalah para petarung di lapangan basket: berusaha menjebol ring lawan sampai sampai wasit meniup peluit tanda pertandingan selesai. Tapi pihak manajemen memiliki mental pebisnis: apa pun dilakukan demi menjaga komoditas mereka.

Yang perlu menjadi catatan penonton, adalah manajer Chicago Bulls, Jerry Krause. Ia seakan berada dalam posisi antara antagonis dan sosok korban bullying dalam dokumenter ini. Di sisi lain, Jerry Krause telah meninggal dunia pada 2017 lalu, sehingga otomatis tak bisa memberikan sudut pandangnya terhadap berbagai peristiwa di film ini. Untuk itu, ada baiknya penonton menimbangnya dari perspektif lain.

Lampu Sorot

Tak cuma tentang Michael Jordan, The Last Dance juga menceritakan tentang para legenda lainnya. Ada Scottie Pippen sebagai fokus di episode kedua, Dennis Rodman di bagian ketiga, dan Phil Jackson dalam lanjutannya 

Masing-masing, punya topik besar sendiri. Scottie Pippen, misalnya. Salah satu pemain paling berbahaya di lapangan dan sidekick Michael Jordan ini kurang begitu dihargai, bahkan menempati peringkat ratusan di NBA untuk urusan bayaran. Sementara Dennis Rodman, adalah anak liar yang sulit untuk dijinakkan.

Namun, di tengah episode tentang mereka, sutradara Jason Hehir membelokkan narasi sehingga kembali bercerita tentang Michael Jordan. Memang sih, Michael adalah magnet paling kuat dalam seri dokumenter ini. Satu episode tak akan cukup untuk menceritakan seperempat dari perjalanan kariernya. 

Hanya saja ini seakan jadi satu pengingat yang membuat miris. Bahwa sehebat apa pun kontribusi yang dilakukan rekan setimnya, lampu sorot akan selalu mengarah kepada Michael Jordan. Dan penonton, mau tak mau harus mengikuti pula pola ini.

Berbagai Cerita

Laiknya sebuah film dokumenter pada umumnya—The Last Dance juga diperkaya wawancara dengan beragam narasumber. Kalangan ‘orang dalam’ seperti para pemain NBA, pelatih, dan jajaran manajemen Chicago Bulls, menyumbangkan sejumlah pengakuan yang tak jarang sangat mengejutkan.

Termasuk pengakuan Michael Jordan bahwa saat ia masih menjadi anak bawang, anggota klubnya kerap pesta-pesta di kamar hotel mereka. Mulai dari memakai narkoba, minum-minum, sampai main wanita.

Di sisi lain, ditampilkan pula sudut pandang para jurnalis olahraga yang mengamati betul perjalanan tim-tim yang berlaga di NBA dan para pemainnya. Untuk penonton yang awam dengan ingar bingar kompetisi basket tersebut, penjelasan ini betul-betul membantu untuk membayangkan konteks peristiwa kala itu.

Bahkan cerita “orang luar” seperti Carmen Electra—mantan kekasih Dennis Rodman—pun memperkaya detail dokumenter ini menjadi kian berwarna. Coba bayangkan pengakuannya, tertangkap basah berada di kamar Dennis Rodman oleh Michael Jordan dkk, gara-gara pemain slenge’an itu terlambat latihan pagi. 

Sepuluh Episode

The Last Dance kini telah memasuki episode keenam. Dua episode terbarunya, baru saja  ditayangkan di Netflix pada Senin (4/5/2020) kemarin. Setiap minggu akan dirilis dua episode terbaru, hingga episode kesepuluh akan tayang pada 18 Mei nanti.

Kira-kira, apa lagi rahasia panas yang selama ini terpendam di balik ruang loker dan kamar ganti pemain, dan akhirnya dikuak ke publik?

Kita tunggu saja.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan