SHOWBIZ BLAK-BLAKAN: Aktor Tampan Itu Membuat Putriku Durhaka Padaku (Bagian 2)

Di bagian ke-2 Showbiz Blak-Blakan diceritakan, sang tokoh utama merasa khawatir saat putrinya, Gea, meminta seluruh aset kekayaannya. Pengaruh Aditya, sang aktor terlaku kuat.

Diterbitkan 17 April 2020, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Suka atau tidak, aku akhirnya meluluskan permintaan Gea untuk tinggal di apartemen. Usai makan malam, aku membereskan meja dan mencuci piring di dapur. Yami mendekatiku dan membantu menata piring serta gelas yang sudah bersih. Lalu ia menemaniku di kamar. Di kamar itu, Yami memelukku.

Yami bilang, setelah ayah meninggal, praktis posisi kepala keluarga sebenarnya ada di tanganku. Aku punya kuasa penuh untuk menerapkan kebijakan maupun aturan di rumah ini. Yami juga mengingatkan, Gea sejak awal tipe yang mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar.

Kehadiran Aditya yang pintar ngomong jelas membawa dampak buruk bagi Gea ke depan. Aku hanya mengangguk. Hari berganti. Gea kini tinggal di apartemen. Rumah jadi makin sepi. Di tengah kesepian, untunglah Yami membawa kabar baik. Ia diterima kerja sebagai penyiar radio paruh waktu.

Aku dan Gea Tak Seperti Dulu

Karena masih dianggap anak baru, Yami diminta mengisi slot malam. Kabar baik itu disampaikan Yami saat kami selesai makan malam berdua. Namun kabar baik ini ditutup dengan keputusan yang sejujurnya membuatku khawatir. Yami bilang akan kuliah sambil menyiar. Aku deg-degan.

Kuliah sambil kerja jelas bukan perkara mudah. Entah mengapa, ia berkukuh menjalani dua kegiatan ini. Yami ingin secepatnya menjadi pribadi mandiri dan menghasilkan uang sendiri. Tak ingin membebaniku. Minggu demi minggu berlalu. Yami mulai sibuk dengan aktivitas menyiar sembari kuliah.

Berangkat pagi, pulang tak tentu. Aku mesti bolak-balik dari rumah ke apartemen untuk memastikan jadwal Gea yang baru saja merilis single anyar sebagai pemanasan album baru. Yang kurasakan saat ini, meski tiap hari bertemu Gea, ikatan emosi kami tak seperti dulu.

Yang Paling Aku Khawatirkan...

Makin ke sini, hubunganku dan Gea murni seperti manajer dan artis. Bukan lagi ibu dan anak. Ingin rasanya menceritakan ini kepada Yami. Tapi, melihatnya pontang-panting kuliah sambil kerja aku tak tega. Dan yang paling kukhawatirkan akhirnya terjadi.

Usai merekam lagu keempat di studio, Gea mendekat dan mengajakku ke sebuah restoran. Berdua saja. “Gea, tumben kamu ngajak Mama makan malam berdua saja?” tanyaku setelah duduk dan memesan makanan juga minuman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Iya Ma, ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama Mama,” jawabnya, datar. “Soal apa, tuh? Apa ada yang kurang beres dengan kontrak kerja perusahaan rekaman atau event organizer?” “Oh enggak, sih. Aku malah senang banget, semua rencana kerja yang Mama buat selama ini berjalan mulus. Enggak ada yang meleset. Kalau pun ada show dan syuting batal, pasti karena faktor bencana dan itu, kan memang di luar kuasa kita, Ma.”

Halaman
Show All
Anjali LTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan