SHOWBIZ BLAK-BLAKAN: Aku Didepak Produser Sinetron Karena Minta Pulang Syuting Lebih Awal (bagian 3)

Inilah Showbiz Blak-Blakan bagian ke-3. Menjulangnya rating dan share Satu Cinta Dua Pilihan tak diikuti sinetron yang tayang setelahnya. Walhasil, durasi sinetronku ditambah jadi 2 jam.

Diterbitkan 31 Maret 2020, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sejujurnya aku enggak paham di mana asyiknya cerita Satu Cinta Dua Pilihan. Cinta segitiga berpadu dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Apa yang baru? Tapi inilah wajah sinetron stripping Tanah Air.

Tak perlu cerita baru. Kadang cerita sinetron A di stasiun televisi anu bisa sama dengan sinetron B di stasiun televisi itu. Dan sama-sama ditonton. Sama-sama dapat rating bagus. Sebagai pencinta film, seleraku agak terjajah sejak main sinetron.

Aku lupa, ada bonus lain yang kudapat dari Satu Cinta Dua Pilihan, popularitas di dunia nyata dan jagat maya. Sebulan tampil di sinetron ini, populasi pengikutku menggembung bahkan, mencapai 600 ribu dalam sebulan.

Walhasil, sejumlah produsen menghubungiku dan menawarkan kerja sama endorse. Honor enggak seberapa, sih karena jumlah pengikutku belum sejuta. Tapi kalau sehari meng-endorse 3 produk saja, lumayan buat beli bensin, bayar listrik, makan sehari-hari, termasuk traktir si Sanny.

Manajer Spesialis Endorse

Aha! Aku punya ide! Minta tolong Sanny buat mengatur kerja sama endorse. Dengan sedikit merengek dan merayu, dia pasti luluh. Hari Minggu, saat libur syuting, aku mengajak Sanny ngopi dan kusampaikan niat untuk menjadikannya manajer khusus endorse.

Mengingat, dalam sebulan ada 16 produsen yang menawarkan kerja sama. “Oke, oke, Mas Baruno yang mulai famous. Fine,” Sanny merespons dengan muka sedatar televisi plasma. Okenya belum terdengar ikhlas, nih.

“Ayolah, San. Siapa lagi yang ngerti sifat dan ritme kerja gue kalau bukan lo. Soal persenan, lo mau berapa juga hayuk. Asal jangan kegedean,” candaku.

“Oke. Nih, gue udah bilang oke sambil senyum. Sudah ikhlas, nih.”

Pengumuman dari Pihak Stasiun TV

“Nah, gitu, dong. By the way sudah sebulan berjalan syutingnya. Gue sudah mulai tune-in sama cara kerja anak-anak di lokasi. Gue perhatikan karakter Baruno makin banyak muncul. Porsinya lebih dominan dibanding 13 episode pertama,” beri tahuku.

Sanny menyelamati dan mengingatkanku tetap jaga sikap selama syuting. Usai ngopi, aku pamit. Mau tidur cepat. Budi Prayitno barusan kirim WhatsApp, besok syuting pagi tapi sebelumnya ada pengumuman dari pihak stasiun televisi. Well, well, semoga kabar baik mengingat share menyenggol 14 persen.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Jam 8 malam aku sudah tergeletak di kasur. Keesokan harinya, dengan badan supersegar aku melaju ke lokasi syuting. Siang, Sanny akan menyusul membawa 5 produk untuk difoto denganku dan diunggah di Instagram. Mas Budi menyambut lalu membawaku ke ruang artis. Sekitar setengah jam kemudian, Adinda, Krisna Baginda, dan Nadea Fariya menyusul.

Halaman
Show All
Anjali LTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan