Sukses

Magis Angin Perubahan Scorpions di JogjaROCKarta 2020

Liputan6.com, Yogyakarta - Scorpions memang bukan pertama kalinya berkonser di Indonesia. Pada tahun 2001, band rock legendaris asal Jerman ini sempat tampil di Bandung. Sementara pada 2004, mereka beraksi di Jakarta dan Bali.

Namun begitu, tetap saja, kehadiran grup yang kini digawangi Klaus Meine (vokal), Rudolf Schencker, Matthias Jabs (gitar), Pawel Maciwoda (bass), dan Mikkey Dee (drum) ini selalu ditunggu.

Magis lagu "Wind of Change" alias angin perubahan, memang selalu mampu menghipnotis. Begitu juga saat mereka tampil jadi headliner utama di JogjaROCKarta Festival 2020 di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Minggu (1/3).

Sesaat setelah Klaus Meine bersiul pertanda intro lagu "Wind of Change", suasana langsung bergemuruh. Tak lama kemudian, karaoke massal pun langsung membahana.

Semua penonton bersama-sama bernyanyi melantunkan lagu yang bercerita tentang perubahan peta politik di Eropa Timur, terutama fenomena perestroika atau re-strukturasi ekonomi-politik di Rusia (Uni Soviet). Lagu ini sendiri dirilis pada tahun 1990, di album Crazy World, yang merupakan album paling sukses milik Scorpions.

"Terima kasih Yogyakarta, terima kasih Indonesia...." begitu ujar Klaus Meine berulang-ulang di panggung JogjaROCKarta yang dipromotori Rajawali Indonesia ini.

Wajar, para personel grup yang telah melahirkan 18 album studio ini merasa tersanjung. Pasalnya, sambutan penonton JogjaROCKarta #4 yang mencapai sekitar 17.500 orang memang luar biasa.

2 dari 3 halaman

Hits 1980-1990-an

Malam itu, Scorpions banyak memainkan hits-hits lama mereka. Terutama dari album Animal Magnetism (1980), Love at First Ting (1984), dan Crazy World (1990). Namun, mereka juga memainkan lagu-lagu di album terakhir mereka, Return To Forever yang dirilis tahun 2015.

Salah satunya adalah "Going Out With a Bang" yang dijadikan lagu pembuka. Mereka juga memainkan satu nomor instrumental "Delicate Dance" yang pertama kali mereka mainkan di panggung MTV Unplugged di Athena, Yunani tahun 2013.

Namun, tetap saja lagu-lagu di era 1980-1990-an yang menjadi favorit penonton. Sebut saja "Send Me an Angel", "The Zoo", "Make It Real", "Tease Me Please", "Blackout", ataupun "Big City Nights".

Usai lagu "Big City Nights", Klause Meine dan kawan-kawan sempat meninggalkan panggung. Lampu-lampu pun dimatikan.

 

 

3 dari 3 halaman

Still Loving You Membaha

Namun, mereka hanya berkelebat sesaat, sebelum kembali memainkan dua lagu sebagai encore. Sebelumnya, penonton berteriak "We want moore....we want moore...."

Rudolf Schenker pun memainkan intro lagu yang memang sudah ditunggu-tunggu penonton: "Still Loving You". Massa pun kembali histeris.

Maklum, lagu yang terdapat di album Love at First Sting ini memang begitu populer di Indonesia pada era 1980-an. Magis Scorpions pun kembali menghiptonis.

Karaoke massal kembali terjadi. Sejumlah pasangan, tampak berpelukan lebih erat, menghayati lagu ciptaan Rudolf Schenker dan Klause Meine itu. Lagu ini sendiri bercerita tentang sepasang kekasih yang berselingkuh dan ingin kembali memperbaiki hubungan cinta mereka.

Scorpions akhirnya menuntaskan konser dengan lagu "anthem" mereka, "Rock You Like a Hurricane". Nampaknya lagu ini memang dipilih untuk menjaga mood penonton yang telah terbangun sejak mereka naik panggung.

Total, 14 lagu dimainkan Scorpions malam itu. Empat belas lagu yang menghibur dan menghidupkan kembali kenangan-kenangan para penonton, terutama ke era 1980-1990-an.