Sukses

Godbless Masih Jadi Magnet di JogjaROCKarta Festival 2020

Liputan6.com, Yogyakarta - Pencinta musik mana di negeri ini yang tidak mengenal Godbless? Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fatah (bass), Abadi Soesman (kibor), dan Fajar Satritama (drum) memang sudah menjadi legenda musik rock Tanah Air.

Alhasil, kehadiran grup yang berdiri sejak tahun 1973 ini pun masih mampu menyedot massa hingga menyerbu ke bibir panggung, di ajang JogjaROCKarta Festival 2020. Mereka seperti Magnet.

Apalagi, tampilnya Godbless di panggung, sore itu, nyaris bersamaan dengan redanya hujan yang sempat menguyur Stadion Kridosono, Yogyakarta, tempat ajang JogjaROCKarta berlangsung.

Bagi Godbless sendiri, ini ketiga kalinya mereka tampil di ajang festival rock yang dipromotori Rajawali Indonesia ini. Sebelumnya, mereka berturut-turut tampil di JogjaROCKarta 2017 dan 2018.

Godbless tampil sebagai performer ketiga, setelah Kelompok Penerbang Roket dan Navicula.

Setelah opening dengan potongan lagu "Huma di Atas Bukit" yang diambil dari album pertama mereka di tahun 1975, Godbless langsung menggeber dengan "Bla Bla Bla".

Luar biasa, meski rata-rata telah berusia di atas 60 tahun, penampilan mereka masih energik di atas panggung JogjaROCKarta. Terutama Donny Fatah, sang pemain bass. Dia juga menjadi yang paling nyentrik. Dia mengenakan kaos tanpa lengan berwarna putih, dengan ikat kepala berwarna hitam dengan corak tengkorak.

Achmad Albar sendiri tampil kasual. Dia hanya mengenakan kaos warna hitam dengan gambar tengkorak berkaca mata hitam, dipadukan celana hitam.

Satu persatu hits-hits mereka pun dimainkan Albar dan kawan-kawan. Mulai dari "Kehidupan", "Musisi", "Rumah Kita", "Panggung Sandiwara", "Maret 1989".

2 dari 3 halaman

Mengenang Konser 1975

Tak pelak, karaoke massal pun membahana, terutama pada lagu "Rumah Kita" yang diambil dari album Semut Hitam (1987).

Menariknya, ada beberapa lagu yang jarang mereka mainkan tapi dibawakan di JogjaROCKarta 2020 ini. Salah satunya adalah "Sesat" yang juga diambil dari album pertama mereka.

"Kami membawakan lagu ini untuk mengenang saat kami sepanggung dengan Deep Purple pada tahun 1975," ujar Iyek, panggilan Albar sebelum melantunkan "Sesat" yang diciptakan Donny Fatah bersama mendiang sutradara Sjuman Djaya.

Ya, pada tahun 1975 di Istora Senayan, Godbless memang pernah jadi band pembuka Deep Purple, yang ketika vokalisnya adalah David Coverdale. Nah, malam itu, Coverdale juga tampil bersama Whitesnake sebagai salah satu bintang tamu utama di JogjaROCKarta 2020. Artinya, Godbless kembali sepanggung dengan Coverdale setelah 45 tahun!

3 dari 3 halaman

Karaoke Massal Kembali Bergema

Selain "Sesat", Godbless juga membawakan "Cermin" yang terhitung jarang mereka mainkan di konser-konser sebelumnya.

Band yang telah merilis tujuh album juga banyak melakukan aransemen ulang terhadap lagu-lagu yang mereka bawakan. Alhasil musik yang mereka mainkan pun terasa lebih segar.

Godbless sendiri menutup konser mereka dengan lagu "Semut Hitam" yang begitu familiar. Karaoke massal pun kembali bergema, sebelum Achmad Albar dan kawan-kawan menghilang di atas panggung, meninggalkan kharisma mereka di Kridosono.