1917: Salah Satu Film Perang Terbaik Dalam Sejarah Sinema Dunia

Meraih 2 piala Golden Globe, film 1917 lantas diganjar 9 nominasi BAFTA dan 10 nominasi Oscar.

Diterbitkan 20 Januari 2020, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kamera Roger membuntuti Tom dan William dari belakang, membalap keduanya dari samping, lalu memimpin mereka ke pemberhentian demi pemberhentian. Begitu seterusnya.

Rekam Jejak Penata Kamera

Satu adegan yang bikin kami tercengang, saat seorang tokoh jatuh dari air terjun dan hanyut terbawa sungai. Kamera terus membuntuti tokoh ini hingga kembali ke darat. Kata menakjubkan saja tidak cukup untuk melukiskan kinerja Roger di 1917.

Menilik rekam jejak Roger di jagat sinema, kita sebenarnya tak perlu kaget jika ia mampu bekerja secanggih itu. Sineas kelahiran Inggris, 24 Mei 1949, ini sudah 15 kali dinominasikan di Oscars. Kali pertama ia diganjar nominasi tahun 1995 lewat The Shawshank Redemption hingga akhirnya menang di Blade Runner 2049 dua tahun silam.

Tanpa bermaksud mengabaikan kerja keras nomine lain, kategori Sinematografi Terbaik tahun ini tak ada kompetisi karena Roger berpeluang sangat besar meraih piala Oscar kedua.

Penyuntingan Yang Tak Dianggap

Kekuatan lain 1917 sebenarnya terletak pada penyuntingan gambar. Amat rapi hingga tak terasa cut to cut dari adegan satu ke adegan berikutnya. Sayang, kinerja Lee Smith tak mendapat tempat di hati komite The Academy.

Perjalanan dua tokoh utama dalam membawa pesan Sang Jenderal juga terasa dramatis berkat balutan ilustrasi musik Thomas Newman. Ini kali ke-15, Thomas Newman menjadi nomine Oscar (ia belum pernah menang sama sekali -red.). Musik gubahan Thomas membuat kami deg-degan sepanjang perjalanan.

Kerja Keras Penata Artistik

Film 1917 tak mengeksplorasi kekuatan akting para pemain. Sam Mendes meracik naskah yang bertumpu pada perjalanan dari satu titik ke titik. Fokusnya pada proses penyampaian perintah yang melewati banyak rintangan. Maka, dibuatlah perjalanan dalam berbagai medan.

Di sinilah, penata artistik bekerja keras membangun dunia di era 1917 dengan polesan efek visual yang membuat kita percaya, inilah arena perang paling mematikan dalam sejarah dunia. Sekali lagi, ini soal kinerja orang-orang di balik layar tanpa bermaksud mengecilkan para pemain yang berlaga di depan.

Film 1917 dibuat sebagai penghormatan untuk kakek sang sutradara, yakni Alfred H. Mendes yang terlibat Perang Dunia I. Cerita Alfred dikembangkan menjadi naskah yang memungkinkan penonton menjadi bagian dalam perjalanan mengirim pesan di belantara perang.

Film Perang Terbaik

Dibutuhkan imajinasi sekaligus referensi dalam membangun set perang dan menokohkan para pelakunya. Unsur ledak-ledakan, baku hantam, dan darah memang tak sebanyak yang diharapkan penonton awam.

Yang hendak dipotret Sam Mendes, salah satu dari sekian banyak cerita perang. Plus dampak yang dirasakan para pelaku perang. Dengan hasil akhir senyata dan serapi ini, tak berlebihan jika 1917 disebut salah satu film perang terbaik dalam sejarah sinema dunia.

Ini karya terbaik Sam Mendes di samping American Beauty, Revolutionary Road, dan tentu saja Skyfall yang membuat James Bond tampak sangat berkelas. Anda akan kehilangan momen penting jika melewatkan film ini di bioskop.

 

 

Pemain: George MacKay, Dean-Charles Chapman, Mark Strong, Andrew Scott, Colin Firth, Richard Madden, Claire Duburcq, Benedict Cumberbatch

Produser: Pippa Harrois, Jayne-Ann Tenggren, Sam Mendes, Brian Oliver, Callum McDougall

Sutradara: Sam Mendes

Penulis: Sam Mendes, Krysty Wilson-Cairns

Produksi: DreamWorks Pictures, Reliance Entertainment

Durasi: 1 jam, 59 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan