Film NKCTHI: Cerita Solid, Akting Ciamik, dan Mencetak Box Office, Komplet!

Film NKCTHI memberi ruang gerak leluasa bagi sejumlah bakat besar yang selama ini terhalang porsi peran.

Diterbitkan 14 Januari 2020, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (film NKCTHI) menjadi produk layar lebar lokal pertama yang ditonton lebih dari sejuta orang tahun ini. Karya sineas Angga Dwimas Sasongko ini memuncaki daftar film Indonesia terlaris 2020.

Film NKCTHI diangkat dari buku berisi kumpulan kutipan Marcella FP. Bersama Jenny Jusuf dan Melarissa, Angga lantas menyusun cerita keluarga tanpa meninggalkan roh yang bersemayam di bukunya.

Hasilnya, film NKCTHI menjadi drama keluarga sarat konflik yang mudah terkoneksi dengan penonton. Film NKCTHI memberi ruang gerak leluasa bagi sejumlah bakat besar yang selama ini terhalang porsi peran. Siapa saja?

Angkasa, Aurora, Awan

Film NKCTHI dibuka dengan adegan Narendra (Oka) mengantar istrinya, Ajeng (Niken) yang hamil tua ke rumah sakit. Bertahun-tahun kemudian, Narendra (Donny) dan Ajeng (Susan) tampak bahagia membesarkan tiga anak, yakni Angkasa (Rio), Aurora (Sheila), dan Awan (Rachel). Namun ada yang aneh dari keluarga bahagia ini.

Narendra membebankan tanggung jawab menjaga keselamatan para adik, khususnya Awan, kepada Angkasa. Pernah, Awan kecelakaan dan Narendra mempertanyakan kredibilitas Angkasa sebagai kakak. Awan yang mendapat perhatian malah lebih tak nyaman. Hidup jadi tak menantang baginya. Awan belum pernah membuat pilihan sendiri dalam hidup.

Suatu hari, saat menemani Angkasa bikin festival musik, Awan mengenal Kale (Ardhito), manajer band Arah. Merasa klik, keduanya bergaul intens. Awan sering pulang malam. Ini membuat Narendra marah.

Di sisi lain, Aurora merasa terasing di rumah sendiri. Emosinya meledak saat menggelar pameran tunggal namun Narendra malah sibuk mengurusi Awan yang belum datang.

Saling Memberi dan Menerima

Film NKCTHI mengingatkan kami pada ujaran lawas “tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua yang ideal.” Melewati proses trial and error, pasangan suami istri membesarkan anak. Anak tumbuh dewasa, berumah tangga, lalu kisah yang sama terulang. Yakni berupaya menjadi orang tua ideal bagi keturunannya.

>Narendra dan Ajeng melintasi masa sulit dan berjanji untuk menciptakan suasana bahagia bagi anak-anak. Apa pun demi kebahagiaan anak sampai lupa bahwa bahagia itu baru ada maknanya saat manusia mengenal kesedihan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kisah NKCTHI dibekali naskah solid karya Jenny-Mela-Angga yang berfokus pada pendewasaan orang tua dan anak. Tak selamanya anak belajar dari orang tua. Seringkali, orang tua berkaca dari budi baik anak. Momen saling memberi dan menerima ini tergambar jelas dalam alur cerita.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan