Surat Dari Kematian: 3 Catatan Untuk Selubung Misteri Pembunuhan Mahasiswa

Surat Dari Kematian menambah panjang film layar lebar yang diusung dari cerita viral di Wattpad.

Diterbitkan 09 Januari 2020, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Surat Dari Kematian menambah panjang film layar lebar yang diusung dari cerita viral di Wattpad. Sebelumnya, ada El, Dear Nathan, Sin, The Perfect Husband, dan masih banyak lagi.

Surat Dari Kematian terasa berbeda berkat genre yang diusungnya. Saat mayoritas cerita Wattpad menebar hawa romantis, Surat Dari Kematian melempar teror. Difilmkan Max Pictures yang telah sukses dengan Keluarga Tak Kasat Mata, Surat Dari Kematian diharapkan mengekor sukses.

Tampak luar, Surat Dari Kematian menjanjikan. Selain poster yang nyeni dan menyiratkan aura wingit, Surat Dari Kematian diperkuat barisan bintang segar. Dari Endy Arfian, Carissa Perusset, hingga Jerome Kurnia.

Mahasiswa Gantung Diri

Surat Dari Kematian mengisahkan Kinan (Carissa), jurnalis muda dari Jogjanews. Ia ditugasi Anes (Annisa) menginvestigasi Darius (Jerome) yang ditemukan tewas gantung diri di Gama Plaza Yogyakarta. Beberapa hari usai kematian Darius, beberapa mahasiswa menerima teror berupa surat permintaan.

Mereka yakni Pasha (Omara), Joe (Justin), Reno (Eric). Pasha diminta menyanyi sambil telanjang di halaman kampus. Joe didapuk memukuli dosen di tangga kampus. Reno diperintahkan merampok minimarket tanpa mengenakan topeng. Jika tak menuruti perintah, maka mereka akan mati dalam waktu kurang dari sebulan.

Pasha kabur ke Magelang. Sejauh ini, ia selamat. Reno yang tak menuruti perintah menghilang. Seminggu kemudian, jasadnya ditemukan mengambang di sungai. Tak tahan diteror, Joe kabur ke Jakarta. Kinan yang kesulitan menguak selubung misteri disarankan sahabatnya, Zein (Endy), minta bantuan ke orang pintar.

Zein mengenalkan Kinan pada Pak Wibowo (Landung). Mereka lantas mendatangi Gama Plaza. Wibowo berkomunikasi dengan penunggu gedung itu.

Soal Kontinuitas Gambar dan Dialog

Pernah melahirkan film apik seperti Cinta Tapi Beda dan Dapunta: Pengejar Angin, Hestu belakangan menjajal genre horor. Ini ditandai dengan Lorong (2019) yang dibintangi Prisia Nasution dan Winky Wiryawan. Sayang, Lorong flop di pasar bersama kualitasnya yang memprihatinkan.

Surat Dari Kematian, bagi kami lebih baik meski disertai sejumlah cacatan kritis. Pertama, kontinuitas gambar yang buyar bahkan di menit awal. Ini ditandai dengan adegan Kinan memainkan rubik. Dalam hitungan detik, rubik yang dipegangnya tersusun sesuai warna. Berpindah angle, rubik itu kembali berantakan. Ini terjadi beberapa kali.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kedua, dialog yang mengkhianati gambar. Kinan yang bekerja di Jogjanews mengaku jurnalis dari Jogjapost. Entah jika salah ucap, atau memang Jogjapost dan Jogjanews itu sama.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan