Sukses

Rumah Mewah Roy Marten Jadi Kolam Raksasa karena Kebanjiran

Liputan6.com, Jakarta - Roy Marten menjadi salah satu artis yang terdampak banjir. Kediamannya yang terletak di kawasan Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, terendam air setinggi 1 meter.

Dalam video yang beredar, seisi rumah Roy Marten tampak dipenuhi dengan genangan air berwarna coklat. Banjir merendam segala perabotannya seperti kursi, meja dan sebagainya. 

Kepada wartawan, Roy Marten menceritakan kronologi kejadian saat banjir melanda sekitar rumahnya. Awalnya, situasi berjalan normal, ia juga masih merayakan tahun baru.

"Kita itu masih nyanyi-nyanyi jam 3 pagi tanggal 1 Januari. Saya lihat air naik tapi di halaman doang, saya enggak pindahin mobil karena ya enggak apa-apa lah," ungkapnya saat dihubungi wartawan, Kamis (2/2/2020).

Tak lama kemudian, Roy Marten pun tertidur, hingga sang istri tiba-tiba membangunkan. Ayah Gading Marten ini pun terkejut karena banjir telah mengepung rumahnya.

2 dari 5 halaman

Barang Tak Selamat

"Untung masih banyak orang, ada beberapa teman-teman gereja yang pada tahun baruan di rumah ikut naikin (barang-barang) ke lantai 2," kata aktor senior tersebut.

"Tapi beberapa perabotan enggak bisa selamat ya, ya hancur lah ya. Terutama perabotan, tapi televisi enggak apa-apa. Mobil alhamdulilah kerendam. Mobil saya satu, punya tamu ada dua," paparnya.

3 dari 5 halaman

Hilang

Bahkan ada barang Roy Marten yang hilang entah kemana. Ada kemungkinan perabotannya hanyut terbawa arus banjir.

"Ada beberapa barang yang hilang enggak tahu ke mana. Kursi-kursi di luar hilang, perabotan yang enggak sempat dinaikin ya busuk juga kena air," ucap Roy Marten.

4 dari 5 halaman

Surut

Setelah sehari berlalu, genangan air pun surut. Kini, Roy Marten dan keluarga harus menyiapkan tenaga ekstra untuk membersihkan tempat tinggalnya dari sisa-sisa banjir.

"Sekarang Puji Tuhan kondisi rumah masih berantakan, sudah surut banget, tinggal lumpurnya doang. Biasa enggak segede ini banjirnya. Tapi tidak hanya saya. Ada ribuan rumah yang kerendam," tuturnya.

5 dari 5 halaman

Tetap Bersyukur

Sementara itu, Roy Marten juga enggan menyalahkan siapa pun atas kejadian ini. Ia berusaha untuk tetap mensyukuri musibah yang terjadi.

"Satu hal, jangan hitung yang hilang tapi syukuri yang dapat. Ya kalau 365 hari hidup damai sejahtera, sehari kebanjiran ya fair lah saya kira. Berpikir positif aja begitu," ia mengakhiri.