Habibie dan Ainun 3: Kisah Cinta Lebih Berkelas, Berhasil Menghindari Klise

Habibie dan Ainun 3 masih menempatkan Reza Rahadian sebagai pemeran utama sekaligus pengantar cerita.

Diterbitkan 19 Desember 2019, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Habibie dan Ainun yang dirilis 7 tahun silam hingga kini menjadi film terlaris kelima sepanjang sejarah. Mengumpulkan 4,5 juta penonton, film ini melahirkan Rudy Habibie (2016) serta Habibie dan Ainun 3 yang memotret masa muda Ainun.

Habibie dan Ainun 3 masih menempatkan Reza Rahadian sebagai pemeran utama sekaligus pengantar cerita. Lepas dari Bunga Citra Lestari, tokoh Ainun dipercayakan pada Maudy Ayunda.

Habibie dan Ainun 3 memulai cerita dari masa kini, sebelum Habibie mangkat. Naskah Habibie dan Ainun 3 dipoles Ifan Ismail yang dulu menulis Habibie dan Ainun (2012) dan berbuah Piala Citra.

Kisah Ainun

Dikisahkan, Habibie (Reza) berkumpul bersama dua anaknya, Ilham (Mike) dan Thariq (Tegar), menantu, dan para cucu. Saat makan malam, salah satu cucu Habibie, Tiffany (Anodya) penasaran dengan Eyang Putrinya. Habibie lantas bercerita soal masa kecil Ainun (Maudy). Ainun anak seorang bidan Besari (Marcella).

Ia ingin kuliah di Fakultas Kedokteran Univesitas Indonesia. Mimpinya terwujud. Jadi mahasiswa, Ainun berteman dengan Arlis (Aghniny). Suatu hari, ia bertemu Ahmad (Jefri) anak Fakultas Hukum UI. Ainun dan Ahmad jatuh hati. Rupanya, Ahmad anak Profesor Husodo (Arswendy), dosen Ainun yang terkenal tegas sekaligus dingin. Saat piknik ke pantai, Ainun menanyai Ahmad soal rencana masa depan. Sayang, jawaban Ahmad tak sesuai harapan.

Di pantai itu, seorang anak memainkan pesawat dari kertas. Saat itulah, Ainun teringat teman SMA-nya, Rudy Habibie. Kepada Ainun, Rudy berencana ingin kuliah konstruksi pesawat di Jerman lalu kembali untuk membangun Pertiwi. Ia ingin membuat pesawat yang memudahkan transportasi lintas pulau.

Tidak Hitam, Tidak Putih

Ditangani penulis yang dulu mempertemukan Habibie dan Ainun di layar lebar, alur film ini mengalir lancar. Yang menarik dari Habibie dan Ainun 3 penokohan yang bersahaja, menghindari kesan dramatis maupun emosional, dan menempatkan para karakter di titik realistis.

Tak ada hitam dan putih layaknya sinetron karena setiap karakter datang dengan latar dan motivasi. Hanya, latar dan motivasi setiap tokoh dijabarkan dengan teknik berbeda. Ainun, Habibie, dan Ahmad jelas mendapat porsi lebih. Latar mereka sebening Kristal. Di belakang mereka ada sosok-sosok yang membentuk.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Sementara tokoh Agus yang tampak antagonis, punya alasan mengapa emosinya mudah meledak dan menjadikan orang tertentu musuh. Latar belakang dijelaskan secara lisan namun ia jadi riak. Kehidupan Ainun yang adem ayem terasa punya gejolak olehnya. Agus hadir sebagai pembanding, yang memungkinkan penonton menentukan sikap kepada siapa simpati mesti diberikan.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan