Sukses

Daniel Mananta Depresi Gara-Gara Tumor di Pita Suara

Liputan6.com, Jakarta Daniel Mananta membuat pengakuan mengejutkan. Tiga tahun lalu ia mengaku kehilangan suara. Padahal sebagai presenter dan MC, suara adalah aset. Curiga bercampur khawatir, Daniel Mananta mengunjungi salah satu rumah sakit di Jakarta. 

Dokter menegakkan diagnosis bahwa ada tumor jinak di pita suaranya. Mendengar diagnosis ini, Daniel Mananta syok berat. Syok yang mengendap berhari-hari di benaknya, membuat Daniel Mananta depresi. Kepada Showbiz Liputan6.com Daniel Mananta berbagi cerita.

 

“Sempat depresi, yes, benar banget. Saya membayangkan kalau misalnya saat itu saya depresi dan enggak punya teman, enggak ada orang yang membangun semangat di sekitar saya, mungkin film Susi Susanti Love All ini enggak akan terjadi,” ungkap Daniel Mananta di Jakarta, Selasa (22/11/2019). 

Vonis dokter menyadarkan Daniel Mananta bahwa kekuatannya di dunia showbiz adalah suara. “Dari dulu sampai sekarang ternyata Tuhan menggunakan bakat saya di suara,” sambung bintang film A Man Called Ahok dan Rumah Dara.

 * Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 5 halaman

Suara Mengubah Kehidupan

Daniel Mananta berpendapat suaranya mampu mengubah kehidupan orang lain, bisa mengubah khalayak lewat pengaruh yang diberikannya. Dengan suara pula, Daniel Mananta mempresentasikan konsep film di hadapan klien. 

 

3 dari 5 halaman

Mengubah Depresi

Saat Daniel Mananta berusaha mengubah keadaan depresinya menjadi optimistis, banyak intimidasi dari orang lain yang mungkin sirik. “Atau bahkan ada setan dalam diri yang bikin saya depresi, mengintimidasi dengan mengatakan, ‘Sudahlah lo enggak akan bisa, suara lo sudah hilang, dan karier lo sudah gagal’,” kenangnya.

4 dari 5 halaman

Hikmah di Balik Musibah

Benar kata pepatah, selalu ada hikmah di balik musibah. “Bisa jadi suara saya ini ancaman untuk membuat perubahan positif terhadap dunia ini. Kalau saya depresi atau masuk ke lubang hitam depresi, mungkin saya tidak akan pernah bikin film,” simpulnya. 

 

5 dari 5 halaman

Pesan Positif

Daniel Mananta diketahui menjadi produser dan produser eksekutif film Susi Susanti Love All. Film ini mengirim pesan positif. “Anda ngeh atau tidak, saat film mengisahkan olimpiade Barcelona, Spanyol, Susi Susanti bergelut dengan ketakutan. Itu adalah pengalaman saya pribadi,” pungkasnya. (Wayan Diananto)

Loading
Artikel Selanjutnya
Perempuan Tanah Jahanam Terlaris Ke-10, Danur 3: Sunyaruri 2,4 Juta Penonton
Artikel Selanjutnya
Susi Susanti Love All: Tentang Momen Terbaik Dalam Hidup dan Kapan Mesti Berlabuh