Sukses

Isyana Sarasvati Di-bully Warganet, Raisa Turun Tangan

Liputan6.com, Jakarta - Kali pertama menyapa publik, Isyana Sarasvati dibandingkan dengan Raisa yang lebih dulu sukses dengan hit “Serba Salah” dan “Apalah Arti Menunggu.” Kebetulan keduanya sama-sama cantik dan berambut hitam panjang berkilau. Isyana Sarasvati mengenang momen saat warganet menudingnya mengekor Raisa.

Isyana Sarasvati mengaku mayoritas orang kala itu menganggapnya penyanyi pop. Padahal Isyana Sarasvati merintis karier di jalur musik klasik. Keyakinan Isyana Sarasvati berubah saat kuliahnya memasuki semester akhir.

“Ada tawaran yang bikin galau. Tapi saya berpikir dari kecil menciptakan lagu sendiri, bernyanyi, suka musik klasik yang segmented. Itu karena saya pemalu, introver, dan kurang berani berpendapat langsung. Kalau di musik komersial kan dunianya beda,” ujar Isyana Sarasvati di sela peluncuran kampanye #TakTerhentikan bersama Sunsilk di Jakarta Selatan.

Setelah bertemu pihak perusahaan rekaman, Isyana Sarasvati menyadari jati dirinya sebagai musisi. Apesnya, kali pertama merilis single ia dibandingkan dengan Raisa. Isyana Sarasvati pun menerima cibiran di jagat maya.

“Saya dicibir segala macam tapi Yaya (Raisa) mengontak saya duluan. Kali pertama menerima pesan Yaya saya pikir ini hoaks. Rupanya Yaya mencari nomor saya buat menyemangati. Saya jadi plong banget karena sejak awal saya merasa tak ada masalah apa-apa dengan Yaya,” beri tahu pelantun “Kau Adalah” dan “Masih Berharap.”

Lambat laun gelombang cibiran mereda setelah publik menyadari musik Isyana Sarasvati dan Raisa berbeda. Dan musik memang tidak bisa dibandingkan.

2 dari 2 halaman

Bersahabat

Sementara Raisa punya alasan khusus mengapa menghubungi Isyana Sarasvati duluan. Rupanya Nyonya Hamish Daud berempati pada Isyana Sarasvati.

“Saya, tuh membayangkan kalau ada di posisi Isyana, itu enggak enak banget. Saya saja yang mendapatkan dampak (dibanding-bandingkan) enggak enak hati. Apalagi Isyana yang lebih baru tentu tidak biasa berada di situasi itu,” urai Raisa.

Ia senang akhirnya bersahabat dengan Isyana Sarasvati. “Lebih baik dan lebih cair saat saya kontak duluan. Kalau Isyana duluan tidak mungkin,” pungkasnya. (Wayan Diananto)