Jadi Komentator Golden Memories Asia Indosiar, Ini 5 Hit Besar Ruth Sahanaya

Ruth Sahanaya mencetak banyak hit sejak melepas album Seputih Kasih.

Diterbitkan 12 September 2019, 11:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ajang Golden Memories Asia di Indosiar selalu bertabur bintang dan peserta bertalenta. Sejumlah bintang lintas dekade dipercaya sebagai komentator. Salah satunya Ruth Sahanaya. Ruth Sahanaya kerap memberi masukan ke peserta dan bahkan berkolaborasi.

Ruth Sahanaya memang berkompeten untuk hal yang satu ini. Maklum, di era 1990-an, Ruth Sahanaya terbilang macan festival.

Pada 1992, Ruth Sahanaya beraksi di Midnight Sun Song Festival di Finlandia dan digelari Grand Prix Winner. Ia mencetak banyak hit sejak melepas album Seputih Kasih (1987).

Showbiz Liputan6.com memilih 5 hit besar Ruth Sahanaya. Kalau lagu favorit Anda tak masuk daftar ini, jangan marah, ya. 

 

1. Astaga (1987)

Usai merilis album Pop Ambonia pada 1985, Ruth Sahanaya dipinang Aquarius Musikindo menjadi artis lokal pertama perusahaan rekaman itu.

Album debut Seputih Kasih melahirkan 2 hit besar, “Memori” dan “Astaga.” Sejumlah pengamat musik menyebut Seputih Kasih simbol lahirnya genre pop kreatif di tengah dominasi pop cengeng melankolis kala itu.

“Astaga” yang masuk daftar 150 lagu Indonesia terbaik sepanjang masa adalah kritik sosial bagi kaum muda. Lirik soal maraknya sikap cuek, tak peduli, dan mau enak sendiri terasa relevan hingga kini. Dibawakan energik dengan teknik vokal matang, “Astaga” hit pertama dan terbaik sang diva.

2. Tak Kuduga (1989)

Usai “Astaga,” Ruth Sahanaya gigih melawan maraknya lagu patah hati di pengujung dekade 1980-an dengan “Tak Kuduga” karya Erwin Gutawa dan Lulu.

Tentang cinta yang gayung bersambut, Ruth Sahanaya membawakan lagu ini dengan berbunga-bunga. Tak usah melihat ekspresinya saat menyanyi pun, suara Ruth telah menggambarkannya.

Aura jatuh cinta ala Ruth Sahanaya terdengar jelas saat melantun lirik: "Tak kuduga semua terjadi, tak kusangka kau sambut jemari."

Lagu ini melegitimasi persahabatan dan kerja profesional Ruth-Erwin Gutawa.

3. Kaulah Segalanya (1991)

Ini hit yang mengantar Ruth Sahanaya ke puncak karier. “Kaulah Segalanya” karya Tito Soemarsono diawali intro permainan piano khas Erwin Gutawa dilanjutkan dengan intepretasi serta lengkingan vokal Ruth Sahanaya yang bold.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Saking meledak, “Kaulah Segalanya” dibuat versi bahasa Inggris, “You Always Be Mine.” Liriknya ditulis penyiar berita legendaris Tengku Malinda. “Kaulah Segalanya” mengantar Ruth Sahanaya meraih platinum ganda karena terjual 300 ribu kopi lebih. Lagu ini mengubah wajah karier Ruth di industri musik Tanah Air.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan