Ikut Aku Ke Neraka: Semesta Kecil Yang Mencekam, Terganjal Penokohan

Lewat Ikut Aku Ke Neraka, sineas Azhar Kinoi Lubis dan Fajar Umbara mencoba menciptakan semesta kecil dengan menempatkan pasangan muda sebagai poros.

Diterbitkan 14 Juli 2019, 16:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sekilas Mengingatkan pada Film Kafir

Bagaikan ruang yang terus menyempit, tokoh-tokoh Ikut Aku Ke Neraka makin depresi kemudian redup. Adam sebagai titik cerah tidak setangguh yang dibayangkan. Hantu yang menyakiti mengingkari motivasi semula, yakni untuk menyampaikan pesan. Yang terjadi kemudian, tokoh utama seolah dibiarkan sendiri sementara kondisi di sekitar makin berdarah-darah. Sebagai sebuah horor, atmosfer Ikut Aku Ke Neraka sebenarnya sudah menemuhi kriteria mencekam.

Sinematografinya syahdu, penyuntingan gambarnya tidak mengganggu penonton dalam mengikuti jalan cerita. Gaya Azhar dalam mengemas film ini, sekilas mengingatkan kita pada karya sebelumnya, Kafir Bersekutu dengan Setan. Bedanya, naskah film Kafir memungkinkan sejumlah tokoh bergerak leluasa dan diberi latar belakang terang. Alurnya pun penuh kejutan.

Latar yang terang memungkinkan para aktor mengintepretasi peran dengan lebih bertenaga. Itu sebabnya tokoh Sri begitu berkesan dan performa Putri Ayudya diganjar nominasi Piala Citra. Di sini, kami jatuh cinta pada keteguhan Lita. Namun paruh kedua film ini membuat perkembangan Lita seolah jalan di tempat. Begitu pun karakter-karakter lain. Sebagai sebuah hiburan, Ikut Aku Ke Neraka masih menarik berkat semesta kecilnya yang mencekam. 

 

 Pemain: Clara Bernadeth, Rendy Kjaernett, Cut Mini, Rifnu Wikana, Sara Wijayanto, Rini Mentari

Produser: Gope T. Samtani

Sutradara: Azhar Kinoi Lubis

Penulis: Fajar Umbara

Produksi: Rapi Films

Durasi: 1 jam, 30 menit

 

(Wayan Diananto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan