The Vanishing: Menarik, Hanya Terlalu Kelam dan Menguji Kesabaran

Film The Vanishing yang digerakkan oleh tiga karakter pria, terasa begitu maskulin.

Diterbitkan 03 Mei 2019, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

The Vanishing mengajak kita berputar-putar di dalam mercusuar, kantor penjaga, kamar tidur, kapel, pulau, dan laut lepas. Begitu seterusnya hingga akhir cerita. Berpotensi membosankan, khususnya bagi penonton awam yang berharap Gerard Butler beraksi bagai jagoan layaknya di film 300, Olympus Has Fallen, dan London Has Fallen.

Transformasi Karakter

Meski tak menyuguhkan adegan baku hantam yang bikin jantung deg-degan, transformasi ketiga aktor melalui sikap dan perilaku pada paruh kedua film layak diacungi jempol. Connor yang trauma memperlihatkan ketakutan sekaligus kebingungan lewat sorot mata dan air mata yang mengalir begitu saja.

Momen Peter mendirikan tiga lilin di kapel dan sesekali meracau di luar mercusuar adalah bentuk kehilangan yang amat dalam. Transformasi paling mengerikan ada dalam diri Gerard. Mata kosong, gaya berjalan gontai, dan ekspresi datar di menit-menit akhir film ini rasanya sulit dilupakan penonton. Film ini menarik, hanya terlalu intens, kelam, dan menguji kesabaran awam.

Pemain: Gerard Butler, Peter Mullan, Connor Swindells

Produser: Maurice Fadida, Andy Evans, Gerard Butler

Sutradara: Kristoffer NyholmPenulis: Celyn Jones, Joe Bone

Produksi: Lionsgate

Durasi: 107 menit

 

(Liputan6.com/ Wayan Diananto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan