Sukses

Sinopsis Miniseri SCTV Dua Dunia Salma Season 2 Episode Ke-12 Jumat 12 April 2019

 

Liputan6.com, Jakarta Di episode ke-12 Dua Dunia Salma season 2 sudah dekati ending. Salma harus berurusan dengan polisi, karena Alex sudah kabur ke luar negeri dan menjadi buron. Rio yang melihat Salma dan Bima semakin dekat, mencoba mengalah. Dia tak ingin dan bisa memaksakan Salma kembali mencintainya. Rio sadar, kesalahannya terlalu besar. Tetapi Rio terus membantu Salma lepas dari tuduhan Vira dan Bu Sofie. Salma terharu dengan perjuangan Rio yang membantunya terus menerus, padahal Rio sendiri dalam kondisi terpuruk secara ekonomi.

Sementara itu, di Dua Dunia Salma season 2 kali ini juga, mau tidak mau tidak mau Salma dan Rio berjuang bersama untuk membuktikan Salma tidak bersalah. Akhirnya Salma bisa bebas dari semua tuduhan, dan terbukti tidak bersalah. Rekening tabungan atas nama Salma bukan miliknya karena sebenarnya itu dibuat oleh Alex agar Salma dan Rio sengsara.

Salma juga sedih ketika mengetahui Bu Sinta sudah di rumah, walau masih sakit. Bu Sinta tak bisa dirawat di rumah sakit karena Rio tak punya biaya. Salma juga panik, dan bingung karena tak bisa membantu Rio. Salma harus berjuang agar keluarganya bisa bertahan hidup. Rio juga tak mau menambah beban Salma. Walau hubungan mereka sedang renggang, tetapi Salma dan Rio selalu saling mendukung satu sama lain.

Apa yang terjadi selanjutnya di episode Dua Dunia Salma season 2

 

 

2 dari 3 halaman

Asuransi

Hingga suatu hari, Salma yang galau lewat di depan rumah Rio yang dulu. Salma berhenti dan menangis di depan pagar, Salma mengenang semuanya, pertemuan dengan Rio, dan semua kenangan dengan Rio di rumah itu muncul silih berganti. Salma dilema, menerima Rio dia takut kecewa lagi. Tapi melupakan Rio,  dia tidak bisa. Saat itulah datang pihak asuransi yang mencari Rio. Ternyata Rio mendapatkan asuransi kematian Pak Toni, papanya. Nilainya sangat banyak. Salma akhirnya mengantarkan pihak asuransi ke rumah kontrakan Rio untuk menemui Rio.

Di rumah kontrakan Rio, Rio, Bu Sinta dan Salma kaget, Pak Toni memiliki asuransi jiwa dengan jumlah yang sangat besar, 17 juta US Dolar atau sekitar 250 Milyar, Pak Toni juga mengansuransikan Bu Sinta, juga Rio dengan asuransi terbaik. Bahkan Pak Toni adalah klien terbaik perusahaan asuransi itu. Tetapi ternyata Asuransi Bu Sinta sudah digunakan oleh Vira selama pengobatan di Singapura. Rupanya selama ini Vira dan Bu Sofie sengaja menyembunyikan masalah asurasi Bu Sinta, dan mengklaim ausransi Bu Sinta untuk kepentingan Vira dan Bu Sofie sendiri.

3 dari 3 halaman

Turun Tangan

Rio dan Salma berpacu dengan waktu, kondisi Bu Sinta semakin memburuk. Rio dan Salma harus kesana kemari mengurus asuransi agar bisa cair. Siang malam mereka jalan berdua. Salma membantu Rio, dengan motor butut Ardan mengurus arusansi agar bisa dicairkan. Dan prosesnya tidaklah mudah, karena Vira dengan liciknya terus berusaha mengganggu mereka berdua.

Salma juga masih harus membantu Ardan, ayahnya untuk jualan ayam geprek. Rio dan Salma sepertinya tak bisa dipisahkan. Berkat kerja keras Salma dan Rio asuransi akhirnya bisa cair. Walau Vira terus mencoba menghalangi proses itu. Bahkan Vira mulai mengirim orang untuk menghancurkan Ardan. Orang-orang suruhan Vira mulai menyebar gosip, Ardan yang jualan ayam geprek keliling pakai keranjang jinjing itu mereka tuduh jualan narkoba. Ayam geprek hanya sebagai kedok. Makin hari, Ardan makin banyak masalah. Lagi-lagi Salma yang harus turun tangan membantu ayahnya.

Rio sangat berterima kasih kepada Salma, berkat Salma yang bertemu dengan pihak asuransi yang selama ini mencari ahli waris Pak Toni, dan berkat Salma yang membantu Rio mengurus Asuransi akhirnya masalah ekonomi Rio selesai. Dengan uang sebanyak itu Rio bisa membayar rumah sakit Bu Sinta dan membawa Bu Sinta ke rumah sakit khusus jantung.

Bu Sinta terselamatkan pada detik-detik terakhir. Jika Salma hari itu tidak bertemu pihak Asuransi, bisa jadi Bu Sinta sudah mati. Rio dan Salma bahagia, tetapi kebahagiaan Salma pudar ketika Bima, Eno dan Pipit datang membawa kabar, rumah Salma diserbu orang sekampung karena mereka menuduh Ardan sebagai bandar narkoba. JRENG! Salma langsung berlari pulang.