Sukses

Videoklip BTS Dituduh Hasil Jiplakan, Agensi Bersuara Keras

Seoul - Seorang fotografer asal Prancis bernama Bernard Faucon melemparkan tuduhan yang terbilang sangat serius kepada BTS. Ia menuding sejumlah gambar dalam videoklip BTS, adalah hasil plagiat. 

Faucon menyebutkan bahwa beberapa foto dari BTS, yakni The Most Beautiful Moment in Life yang dirilis tahun 2016,  serta latar belakang dan struktur produksi di beberapa klip dari musik video "Blood, Sweat & Tears", menyerupai hasil karyanya yang bertajuk "Banquet" dari Summer Holidays seri 1978.

Saat itu Bernard menyatakan bahwa pakaian yang ditampilkan pada boneka, gambar background, serta elemen lainnya mirip dan hampir mendekati replika atas karyanya itu.

Ia juga mengklaim bahwa judul yang diambil BTS itu telah terinsiprasi dari proyek filmnya yang bertajuk The Most Beautiful Day of My Youth yang berlangsung di 25 negara pada tahun 1997 hingga 2003. Ia menuntut permintaan maaf serta kompensasi dari agensi BTS, Big Hit Entertainment. 

 

Simak berita menarik lain di JawaPos.com

2 dari 3 halaman

Permintaan Sang Fotografer

Tudingan ini sebenarnya telah ia kirimkan kepada Big Hit Entertainment, pada Agustus dan September 2018. Bernard Faucon juga mengirim surat yang ditulis tangan olehnya pada Oktober 2018 dan meminta Big Hit mengakui bahwa agensi ini telah terinspirasi atau menyebutkan bahwa ide-ide tersebut terinspirasi dan sebuah penghormatan terhadap karyanya.

 "Aku senang jika mereka terinspirasi oleh karyaku. Aku tidak berencana untuk menggugat, tapi aku harap mereka mengakui fakta bahwa mereka terinspirasi oleh pekerjaanku," ujarnya dalam sebuah wawancara.

3 dari 3 halaman

Reaksi Big Hit

Meski dikemukakan beberapa bulan lalu, tudingan ini kembali mengemuka karena kembali diberitakan oleh media di Korea Selatan, baru-baru ini. Big Hit lantas bersuara atas tuduhan ini. Juru bicaranya menolak klaim tersebut dan mengeluarkan bantahan.

"Setelah memeriksa laporan yang dibuat hari ini, kami telah menyampaikan pendapat kami bahwa klaim kesamaan yang diajukan oleh sebuah galeri pada September tahun lalu tidak valid," ujar Big Hit seperti dilansir dari Soompi, Senin (25/2/2019).

Big Hit menyatakan, foto dan klip dari album yang dikerjakan untuk BTS itu tidak sama dengan karya Bernard dan yang dituduhkan kepada mereka. Mereka berargumen, poin yang diklaim Bernard Faucon serupa dan sudah biasa digunakan untuk keperluan syuting.

Rencananya, Bernard akan menggelar konferensi pers terkait dengan permasalahan ini pada April mendatang.

Sumber: Jawapos.com

Penulis:  Deti Mega Purnamasari

BERANI BERUBAH: Takjil Drive Thru Masjid Al Azhar