5 Fakta yang Dihadapi Roro Fitria saat Ibunda Meninggal

Ibunda Roro Fitria baru saja berpulang, sang artis syok mendengar kabar tersebut.

Diterbitkan 16 Oktober 2018, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Membicarakan Roro Fitria seperti tak ada habisnya. Artis yang selama ini dikenal dengan gayanya yang glamor itu menjadi buah bibir setelah tertangkap karena kasus narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Lebih menyedihkan, narkoba yang dibawa Roro Fitria kurang dari 3 gram, membuat artis dengan panggilan nyai itu harus mendekam di penjara. Padahal, selama menghirup udara bebas, Roro Fitria dikenal sebagai artis yang melakukan ritual warisan leluhur.

Roro Fitria terancam hukuman empat tahun penjara. Saat ini, sidang kasus Roro Fitria masih bergulir.

Di tengah-tengah masalah itu, Roro Fitria mendengar kabar duka. Raden Retno Winingsih, ibunda Roro Fitria, meninggal dunia, Senin, 15 Oktober 2018, kemarin.

Bak tersambar petir di siang bolong, Roro Fitria shock mendengar kabar tersebut.

Ada beberapa fakta menyedihkan setelah ibunda Roro Fitria meninggal dunia. Apa sajakah itu?

Selalu Dampingi Roro Fitria

Sebelum meninggal dunia ibunda Roro Fitria, Raden Retno Winingsih, kerap hadir di setiap sidang kasus narkoba anaknya. Meski harus menggunakan kursi roda lantaran sempat mengalami stroke, hal itu bukan halangan buat ibunda Roro Fitria untuk memberikan ‎semangat buat putri kesayangannya. Padahal, sidang kasus narkoba yang menjerat anaknya itu terkadang berlangsung sampai larut malam.

Menurut pengacara Roro Fitria, Asgar Sjafrie, salah satu faktor kondisi kesehatan Raden Retno Winingsih memburuk lantaran sidang yang digelar terlalu malam. Pasalnya, tuntutan kepada Roro Fitria adalah sebagai pengedar dan bukan pemakai.

"Kemarin Bunda sakit, cuma memaksakan hadir datang ke Bu Roro selama sidang. Dalam persidangan kita selalu tahu bahwa bu Roro Fitria seperti dikriminalkan seperti pengedar, jadi sidang kita selalu malam. Bunda kecapekan setiap harinya. Jadi, kita selalu dapat agenda malam," ujar Asgar ditemui di RS Fatmawati, Jakarta, baru-baru ini.

Kerap pulang malam, tentu saja membuat kondisi kesehatan Retno Winingsih yang menderita stroke sangat tidak ‎baik. Ditambah, sebagai orangtua Retno Winingsih kerap memikirkan anaknya yang kini harus mendekam di penjara karena narkoba.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Bunda kecapekan setiap harinya, waktu untuk sidang sampai malam hari karena Kejarinya kekurangan orang," ujar Asgar.

Halaman
Show All
Desika Pemita, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan