Saat Michael Jackson Meninggal Dunia, Ini Penyesalan Terpendam Sang Ayah

Penyesalan selalu datang terlambat, begitu pikir Joe Jackson, ayah dari Michael Jackson.

Diterbitkan 28 Juni 2018, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Los Angeles: Raja musik pop Michael Jackson meninggal dunia pada 24 Mei 2009 silam akibat serangan jantung di Rumah Sakit UCLA, Amerika Serikat.

Menurut laporan, Michael Jackson tutup usia setelah mengalami kesulitan bernapas di rumahnya di Los Angeles, Amerika Serikat.

Juru bicara keluarga Michael Jackson, Brian Oxman, mengisyaratkan meninggalnya ikon musik Amerika itu karena penyalahgunaan resep obat.

Meski sukses dan terkenal, serta menjadi legenda di industri musik, hidup Michael Jackson disebut-sebut sangat menyedihkan. Ia mengalami depresi, serta beberapa gangguan psikologis lainnya.

Sedih

Meski telah lama meninggal dunia, Michael Jackson masih terus terkenang di hati penggemar dan keluarga. Ayah Michael Jackson, Joe Jackson, merasa menyesal kehilangan putranya seperti itu.

Penyelasan selalu datang terlambat, begitu pikir Joe Jackson, ayah dari Michael Jackson, diwartakan RadarOnline, Kamis (28/6/2018).

Menyesal

Dalam sebuah wawancara, Joe Jackson menyebutkan putranya sangat membutuhkan dirinya beberapa minggu sebelum penyanyi legendaris itu tutup usia. Namun, saat itu ia tak berada di samping Michael Jackson.

Tak Hadir

"Aku tahu, aku seharusnya berada di samping Michael saat itu. Ia ingin aku berada di sampingnya, tapi aku tidak hadir," sebut Joe Jackson.

"Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku merasa menyesal. Ternyata, bayarannya sangat mahal, aku kehilangannya," Joe Jackson menambahkan.

Menyusul

Joe Jackson pun menyusul Michael Jackson, berpulang pada usia 89 tahun. Ia meninggal dunia karena menderita kanker stadium akhir. Sejak beberapa hari belakangan ia memang dikabarkan telah dirawat di sebuah rumah sakit di Los Angeles karena penyakitnya ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Isi Pidato Joshua Seventeen di Forum UNESCO, tentang Pentingnya Impian Anak Muda

Desika Pemita, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan