Lola Amaria Bikin Film Unik dengan 5 Sutradara

Lola Amaria mengajak empat sutradara film lainnya, yakni Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Harvan Agustriansyah, dan Adriyanto Dewo.

Diterbitkan 31 Januari 2018, 15:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sementara Tika yang sebelumnya lebih sering menjadi sutradara videoklip, iklan komersial dan film pendek Sanubari Jakarta ini diminta sebagai sutradara sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Harvan yang pernah meraih berbagai penghargaan internasional untuk film pendeknya yang berjudul Pangreh ini akan mengawal sila keempat Pancasila, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan Dalam Permusyawaratan, Perwakilan.

Adriyanto yang menjadi sutradara sila kelima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, pernah meraih penghargaan Piala Citra FFI sebagai sutradara terbaik untuk film Tabula Rasa.

Pemainnya

 

Artis Prisia Nasution yang pernah meraih Piala Citra FFI sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik di Sang Penari menjadi salah satu pemain dalam film ini. Yoga Pratama yang menjadi pemeran pembantu di Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak, dan Tri Yudiman yang berakting di film Toba Dreams, Sabtu Bersama Bapak, dan Bunda juga ikut bermain di film ini.

 

Konsultasi dengan Kepala UKP-PIP

 

Sebelum menjadi skenario film, Lola Amaria kerap bertemu dan melakukan konsultasi bersama Kepala Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila,Yudi Latief. Hal itu dilakukan Lola Amaria supaya penggarapan film LIMA tidak salah arah.

"Pak Yudi setuju bahwa Pancasila itu tidak hanya dihafal, tapi juga dilakukan dalam kehidupan sehari-hari," kata Lola.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan