Sukses

Bang Eel Telah Pulang

Liputan6.com, Jakarta: Awan hitam menyelimuti dunia musik Indonesia. Salah seorang putra terbaik, pemusik, komposer, dan pencetak penyanyi dan musisi papan atas di Tanah Air, Elfa Seciora, telah berpulang ke alam abadi, Sabtu (8/1) sekitar pukul 17.00 WIB. Bang Eel--demikian musisi dan penyanyi didikannya memaggil--sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina Jaya Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Elfa Secioria Hasbullah Ridwan dilahirkan di Kota Garut, Jawa Barat, 20 Februari 1959. Ia berasal dari keluarga yang senang musik. Ayahnya, Hasbullah Ridwan, seorang polisi militer yang aktif dalam bermain musik, serta dikenal sebagai konduktor dan pemain jazz. Menempuh pendidikan mulai SD sampai SMA di Bandung. Kemudian, melanjutkan ke Akademi Teknologi Nasional di Bandung hingga tingkat II pada 1980.

Ia berlatih piano pada usia lima tahun. Pada usianya yang kedelapan, ia pemain piano dalam Trio Jazz Yunior IV ADE. Mengikuti les piano privat 1 dan 2 di Bandung (1970-1974), mempelajari musik simfoni di Bandung (1971-1978), dan belajar aransemen orkestra di Bandung (1974-1978).

Mendapatkan bimbingan mengenai teori dan sejarah musik, komposisi, dan karakter instrumen, dari Kapten Anumerta FA Warsono, pimpinan Orkes Simfoni Angkatan Darat Bandung. Ia pernah manggung dengan mata tertutup saat berusia 11 tahun dan membentuk kelompok vokal dan memenangi delapan penghargaan internasional pada saat berusia 19 tahun.

Pada ASEAN Song Festival 1982 di Bangkok, Thailand, ia menyabet piala sebagai The Best Arranger. Pada 1984, pada acara yang sama di Manila, Filipina, ia meraih penghargaan untuk The Best Arranger and the Best Song lewat lagu Detik tak Bertepi yang dinyanyikan Christine Panjaitan.

Pada Golden Kite Festival di Malaysia 1984, ia mendapat penghargaan sebagai The Best Performer dengan lagu Kugapai Hari Esok yang dinyanyikan Harvey Malaiholo. Selama kariernya, Elfa sudah 14 kali menjadi pengaransir orkes Telerama dan untuk Candra Kirana di TVRI.

Selama karirnya, Bang Eel banyak mengorbitkan penyanyi-penyanyi berbakat, seperti Sherina, Andien, Yana Julio, Rita Effendi, dan Hedi Yunus. Jenazah si Abang akan disemayamkan di rumah duka di bilangan Kemang Pratama, Bekasi, Jawa Barat.(ANT dan berbagai sumber/SHA)