Meneropong Kekuatan dan Peluang 6 Komika yang Tersisa di SUCA 3

Saat ini, tersisa enam komika yang terbagi dalam dua grup di SUCA 3.

Diterbitkan 18 Oktober 2017, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sementara Neneng yang khas dengan logat Sunda-nya yang kental, selalu tampil pecah. Aksi komika yang ditaksir mentor David Nurbianto ini nyaris tak pernah gagal pecah. Pandji Pragiwaksono, juri yang dikenal 'galak' bahkan tak ragu untuk memberikan standing applause untuk remaja 16 tahun tersebut. Menurut Pandji, Neneng adalah komika wanita terbaik yang pernah ia saksikan penampilannya.

	Yewen SUCA 3 bersama Raditya Dika. (Instagram)

Tanpa maksud meremehkan kemampuan yang lain, dari bagian pria, nama Yewen dan Bintang Emon bisa disebut sebagai komika pria yang harus diantisipasi. Yewen sudah mencuri perhatian sejak awal. Kemunculannya mengingatkan penonton setia pada sosok Raim Laode di SUCA 2 tempo hari. Keduanya sama-sama berasal dari wilayah Timur Indonesia. Fisik, logat, materi yang dibawakan, bahkan sampai gestur keduanya pun mirip.

Beda dengan Yewen yang sudah masuk daftar unggulan sejak awal, Bintang Emon justru bersinar jelang akhir kompetisi. Progresnya yang pesat seiring mentoring dari Babak 35 Besar menuju 6 Besar, dipuji para juri. Itulah yang memang harusnya terjadi pada sebuah kompetisi. Bintang Emon si anak Kalideres membuktikan, belajar giat dan menyerap kritik-saran juri bisa memperbaiki aksinya di tiap tampil.

Meski tak dijagokan, bukan berarti dua komika lain tak punya kekuatan. Reinold, komika berwajah sangar yang juga mantan preman ini punya banyak bit materi yang bagus dan lucu. Sementara Ate dinilai terlalu mengandalkan act out gemulainya, padahal materinya banyak dibilang cukup jenius.

Namun, prediksi terkadang bisa saja salah. Seperti dikatakan Raditya Dika, komika yang akhirnya menjadi juara sebelumnya adalah komika yang terus belajar. Tak cuma mengandalkan kelucuan atau popularitas di media sosial saja, yang mengantar ke tangga juara. Bukan tak mungkin, Karyn atau Neneng yang paling dijagokan bisa terjungkal. Dan tak mustahil pula dua komika terakhir yang tak dilirik, bisa menaiki tahta di puncak kompetisi pada akhirnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Puji Astuti HPS, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan