Sinopsis Turah, Film soal Kampung yang Dibawa ke Piala Oscar

Film Turah yang menjadi perwakilan Indonesia ke Oscar 2018, terbilang memiliki latar yang tak biasa.

Diterbitkan 21 September 2017, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sebagai orang yang mengklaim memiliki tanah timbul tersebut, Darso mempekerjakan warga Kampung Tirang seperti budak dan memberi mereka upah rendah. Jadag menilai apa yang dilakukan oleh Darso adalah bentuk kesewenang-wenangan. Menurutnya, Darso telah memanfaatkan warga kampung demi kepentingannya sendiri untuk memperkaya diri.

Apalagi, sejak Pakel (Rudi Iteng) menjadi tangan kanan Darso, tenaga warga makin diperas habis. Di saat hidup warga Kampung Tirang yang terus dilanda kemiskinan, Pakel yang baru bekerja tiga tahun untuk Darso sudah punya tanah dan rumah mewah.

Apa karna Pakel kue wong sekola (apa karena Pakel itu orang yang berpendidikan). Nyong ngarti Darso kue dibodoni tok (Saya tahu Darso itu dibohongi sama Pakel),” begitu sedikit penggalan dialog Jadag dalam film "Turah".

>Sementara Turah (Ubaidillah), dalam film itu berperan sebagai orang yang dipercaya oleh Darso menjaga Kampung Tirang. Turah dengan gaya hidupnya yang sederhana dan tidak neko-neko, selalu menerima apa adanya pemberian dari Darso. Dia sendiri tinggal di gubuk reyot bersama istrinya, Kanti (Narti Diono).

Dalam cerita film itu, Turah bisa disebut sebagai penyeimbang dari sikap Jadag yang frontal. Turahlah yang selalu mengingatkan Jadag agar tidak melawan. Namun, bukan Jadag namanya jika tidak melawan. Suatu ketika, emosi Jadag sudah sampai ubun-ubun. Jadag berteriak ditengah kampung dan memberitahu kepada warga agar jangan mau dipermainkan oleh sang tuan tanah.

Duit sing nyong sampean olih kue dudu pecingan saka Darso, apamaning sodakoh apa infake Darso, kue duit mau kue duit bagen sampean kabeh, sebabe nyambut gawe. Dadi kue upaeh. (Duit yang kalian terima itu bukan uang cuma-cuma atau sodakohnya Darso. Tetapi duit itu adalah upah karena kalian bekerja. Jadi itu upahnya),” kata Jadag dengan nada tinggi kepada warga kampung. Protes yang dilakukan Jadag rupanya membuat sang juragan murka, bahkan menelan korban jiwa. (Fajar Bustomi)

>

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan