Dinda Hauw, Bintang Masa Depan di Jagat Sinetron Indonesia

Sinetron sore SCTV Mawar dan Melati tak hanya jadi comeback bagi idola remaja Aliando Syarief, tapi juga buat Dinda Hauw.

Diterbitkan 18 Mei 2017, 19:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Banyak yang bilang peran Keke adalah jodoh Dinda. Akan terasa lain jika peran tersebut dimainkan artis lain. Berkat peran Keke, tak sekedar popularitas yang Dinda peroleh, tapi juga beberapa piala dan nominasi dari ajang penghargaan. Di antaranya dari Festival Film Indonesia, Festival Film Bandung, Independent Movie Awards, dan Indonesian Movie Awards.

Sayangnya setelah SKUT, berturut-turut Dinda main di film setipe. Ayah, Mengapa Aku Berbeda? mendapuknya sebagai gadis tunarungu. Di Seandainya, ia jadi penderita leukimia. Usai dua judul itu, wajah Dinda tak nampak lagi di layar bioskop.

Beranjak ke jagat sinetron, Dinda sudah debut di tahun 2007 silam. Saat itu, ia main bareng idola remaja Yuki Kato di sinetron Monyet Cantik. Sekuel sinetron anak sukses SCTV yang menjadi salah satu sinetron penting bagi Prilly Latuconsina ini dibuat tahun 2013 lalu dan Dinda kembali mengulang peran Gladys.

Di tahun yang sama, Dinda juga mengulang peran di Ayah, Mengapa Aku Berbeda? The Series. Baru dua tahun kemudian, namanya melejit kembali setelah tampil sebagai Ani di sinetron remaja Aku Anak Indonesia. Sinetron ini mendapat banyak pujian karena muatannya yang penuh pesan moral dan mendidik.

Meski perannya dianggap terlibas Natasha Wilona di Mawar dan Melati, tak berarti kiprah kelahiran 14 November 1996 ini tak layak diapresiasi. Dinda Hauw tetaplah bintang muda potensial dan memiliki masa depan cerah di jagat akting khususnya persinetronan Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Puji Astuti HPS, Hernowo Anggie, Fadjriah Nurdiarsih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan