5 Drama Korea Indosiar Paling Dikenang Penggemar

Stasiun televisi Indosiar dikenal pemirsa dengan tayangan drama Asia-nya.

Diterbitkan 12 Januari 2017, 14:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jewel in The Palace

Berbeda dengan drakor lain yang booming di Indonesia, Jewel in The Palace adalah drama sejarah atau biasa disebut saeguk. Drama tipe begini umumnya dikerjakan kolosal dengan melibatkan banyak pemain pendukung juga alur ceritanya yang rumit dan perlu mikir. Meski terkesan berat, bukan berarti drama ini membosankan.

Dibintangi Lee Young Ae yang memainkan peran Jang Geum, dokter pertama Korea dalam sejarah Dinasti Joseon. Jang Geum mendapat julukan Dae yang berarti The Great. Kisah jatuh bangun Jang Geum di kerajaan bermula sebagai dayang cilik di bagian dapur istana. Saat dewasa, Jang Geum mulai menggeluti ilmu kedokteran hingga akhirnya dipercaya sebagai tabib istana.

Kuatnya dua tema diatas membuat Jewel in The Palace dipenuhi banyak cerita tentang masak-memasak dan cara-cara pengobatan tradisional tempo dulu. Pecinta drakor saat itu seperti mendapat tontonan cerdas. Kita jadi tahu, drakor tak melulu berkisah soal percintaan. Jewel in The Palace yang tayang tahun 2003 ini adalah langkah jitu Indosiar membuka pikiran drakor mania.

Full House

Drama ini sukses merubah image Song Hye Kyo yang karib dengan peran-peran melankolis nan melow. Tak hanya itu, sebagai Han Ji Eun, Hye Kyo kembali menggapai popularitasnya yang sempat surut usai heboh Endless Love dan gagal bersinar di All In (2003).

Alkisah, Han Ji Eun terpaksa kawin kontrak dengan Lee Young Jae (Rain), seorang aktor yang tengah populer, selama 6 bulan demi mendapatkan kembali rumah warisan orang tuanya yang disebut Full House. Perjanjian ini mau tak mau membuatnya menjalani pernikahan pura-pura. Walau sering bertengkar, nyatanya mereka saling melengkapi. Mudah ditebak, mereka pun akhirnya malah saling jatuh cinta. Se-klise itu saja ceritanya.

Walau begitu, pecinta drakor tentu tak akan bisa melupakan drama ini begitu saja. Full House tak hanya berpengaruh bagi karir akting Song Hye Kyo, tapi juga kembali meroketkan nama Indosiar di tahun 2005 silam. Pun begitu dengan nasib Rain yang langsung melesat sebagai Hallyu Star. Selain itu, drama ini salah satu drakor lawas yang ditonton berkali-kali pun tak pernah bikin bosan.

Princess Hours

Usai masa jaya Full House, Indosiar meneruskan predikat stasiun tv spesial drama Korea dengan ledakan Princess Hours di tahun 2006. Pecinta drakor mengenang drama ini sebagai sebuah drama kerajaan modern Korea yang asyik ditonton.

Bercerita tentang Shin Chae Gyoung yang statusnya cuma siswi biasa di sebuah sekolah seni. Yang jadi pusat perhatian adalah ada putera mahkota kerajaan Korea, Pangeran Shin (Joo Ji Hoon) yang juga belajar disana. Tak seperti teman-temannya yang ngefans pada sang Pangeran, Chae Gyoung cuek saja. Tapi bagaimana jadinya kalau ternyata ia malah dijodohkan dengan sang putera mahkota dan akhirnya harus menikah pula?

Princess Hours, drama bersejarah yang menandai hadirnya bintang baru Yoon Eun Hye. Namanya melesat jadi idola baru di Korea. Drama yang ia bintangi setelahnya pun selalu diantisipasi. Salah satunya, Coffe Prince (sempat tayang pula di Indosiar), yang membuatnya dianggap tak hanya sekedar menjual tampang, tapi juga berbekal akting mumpuni.

Boys Before Flowers

Manga Jepang fenomenal Hana Yori Dango telah dibuat dalam berbagai versi serial di beberapa negara. Meteor Garden (2001)-nya Taiwan menjadi pelopor. Korea baru menyusul di tahun 2009 silam. Dan lagi-lagi, perhatian pecinta drakor tertuju pada para pemeran F4 alias Flower Four.

Siapa sih yang tak tergila-gila dengan 4 cowok ganteng di grup F4? Bagusnya, kasting Boys Before Flowers yang dipimpin Lee Min Ho ini disebut-sebut yang paling pas. Dan keempatnya dengan pesona masing-masing, sukses bikin cenat-cenut. Penonton yang sudah hapal ceritanya diluar kepala, sekali lagi terhipnotis dengan drama versi Korea-nya.

Indosiar ketiban untung kala menayangkan drama ini di tahun 2009 silam. Boys Before Flowers membangkitkan antusiasme drakor mania untuk kembali mengikuti perkembangan K-Drama. Musik Korea atau K-Pop pun ikut mengguncang, dipicu banyaknya lagu boy band yang menjadi OST drama ini. Kerennya, demam Hallyu mendapat atensi luar biasa dari banyak majalah dan tabloid tanah air pada saat itu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Puji Astuti HPS, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan