Agni Pratistha Turun 15 Kilogram demi Pinky Promise

Adanya misi sosial menjadi alasan terbesar Agni Pratistha untuk ikut bermain dalam Pinky Promise.

Diterbitkan 18 Oktober 2016, 10:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Antusiasme untuk ikut berpartisipasi dalam film yang disutradarai Guntur Soeharjanto tersebut juga diperlihatkan oleh Derby Romero. “Senang banget saya bisa ikut bermain di film Pinky Promise ini karena filmnya memang benar-benar memberi edukasi,” ujar Derby.

Ia mengungkapkan, tidak terlalu banyak kesulitan yang ia hadapi di film tersebut karena dari awal sutradara sudah memberikan pemahaman tentang film Pinky Promise tersebut.

“Kalau kesulitan sih enggak ada, mungkin lebih ke tantangan yaitu bagaimana cara mendapatkan chemistry agar bisa klop dengan lawan main,” ungkap Derby Romero. 

Ia me

nuturkan, film tersebut cukup asyik karena memberikan pemahaman baru, terutama tentang apa itu kanker payudara dan bagaimana seharusnya yang dilakukan penderita kanker payudara agar bisa bertahan.

Agni Pratistha, Guntur Soeharjanto, dan Derby Romero (Reza Perdana)

Sutrada film Pinky Promise, Guntur Soeharjanto, mengatakan bahwa film tersebut merupakan kisah nyata dari orang-orang yang bertahan dan optimist melawan penyakit kanker payudara yang ada di komunitas Love Pink.

“Di film ini kita memberikan edukasi kepada orang yang sudah atau belum kena kanker payudara tersebut,” jelasnya.

Sementara bagi sang sutradara, kesulitan terbesar mengerjakan film ini untuknya adalah detail yang harus dirangkum, karena Pinky Promise berdasarkan kisah nyata. “Kesulitan terbesar dari film ini karena film ini diangkat dari kisah nyata. Maka sebelum melakukan proses syuting, harus dilakukan riset terlebih dahulu, mulai dari penulisan naskah hingga dialog-dialognya,” ucapnya.

 Pinky Promise

Ia menerangkan, film merupakan media yang abadi karena setiap tahun selalu ada. Oleh karena itu, ia ingin membuat film yang bukan hanya menghibur, tetapi juga berguna dan berdampak positif bagi penontonnya.

Guntur juga menyebut bahwa dalam membuat film ia tak hanya mengejar keuntungan semata. Film yang menarik baginya adalah film yang abadi serta film yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat, tak sekadar menjadi mesin uang.

Lewat film Pinky Promise ini kita ingin mengedukasi bahwa siapa saja dan kapan saja bisa terkena penyakit kanker payudara dan bagaimana langkah seharusnya yang dilakukan,” kata Guntur Soeharjanto.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Reza Efendi, Fadjriah Nurdiarsih, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan