Pada tahun 1965, nama Bob Dylan telah dikenal oleh publik. Kemudian ia melakukan manuver tajam dalam kariernya. Saat tampil di Newport Folk Festival, Bob Dylan tidak tampil dengan iringan gitar akustik dan harmonika saja. Ia mengganti gitar bolongnya dengan gitar listrik dengan bantuan band yang memakai instrumen elektrik lengkap dengan gitar dan bass listrik dan drum.
Bob Dylan bermain rock n' roll, walaupun tak sepenuhnya. Karena perubahan tersebut, penonton saat itu mencemooh Dylan yang sedang manggung. Mereka tak suka transformasi yang dilakukan idolanya. Walaupun tak sedikit juga yang menyukainya. Secara perlahan Bob Dylan mulai dijauhi komunitas musik folk.
Era folk digantikan oleh folk rock.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373716/original/039855000_1476424676-1445511236.jpg)
Tak lama setelah peristiwa itu, album Highway 61 Revisited dirilis. Album itu disebut sebagai salah satu album terbaik sepanjang masa (Rolling Stone AS menaruhnya di urutan 4 dalam daftar 500 album terbaik sepanjang masa) dan semakin mengukuhkan posisi Dylan di belantika musik. Album itu juga memuat salah satu hits Dylan, "Like a Rolling Stone."
Al

Setahun kemudian Dylan mengalami peristiwa naas. Motor yang dikendarainya jatuh dan mengakibatkan cedera yang cukup fatal.
Usai insiden tersebut, Bob Dylan merilis album John Wesley Harding yang menandakan kembalinya ia ke pelukan musik folk americana.
Lirik-lirik politik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/800393/original/053984700_1422079084-bob_dylan.jpg)
Bob Dylan juga dikenal dengan lirik lagunya yang bermuatan sosial dan politik. Di album kedua dan ketiga, ia menyanyikan tema-tema seperti perang, rasisme dan kemiskinan. Seperti hitsnya dari tahun 1964, “The Times They Are a-Changin',” yang menggambarkan perbedaan pandangan politik dan kesenjangan antar generasi warga AS saat itu. Lalu "Blowin' in the Wind" yang mempertanyakan tentang perang dan perdamaian. Hingga lirik lagu “With God on Our Side” yang mengaitkan perang dengan agama.
Ia turut mempopulerkan gerakan perjuangan hak-hak sipil lewat lagu-lagunya. Bahkan ia bersama Joan Baez sempat bermain di acara pidato legendaris dari Martin Luther King Jr di tahun 1963.
Gaya pen
Bob Dylan kini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/822954/original/8b605ef5a48ebe7b341e01dfef39ed0988968147_170768c.jpg)
Memasuki era 70-an dan 80-an, karier Dylan tak secemerlang sebelumnya. Tetapi ia telah meraih status bintang besar dan ia tetap produktif merilis album sampai sekarang. Total Bob Dylan telah merilis 37 album.

Hingga kini, banyak penghargaan yang telah dianugerahkan kepadanya. 12 Grammy termasuk Lifetime Achievement, 1 Oscars, 1 Golden Globe Awards dan 1 Pulitzer pernah ia terima. Namanya juga diabadikan dalam Rock and Roll Hall of Fame, Nashville Songwriters Hall of Fame dan Songwriters Hall of Fame. Dylan pernah pula menerima Polar Music Prize dari raja Swedia King Carl XVI dan Presidential Medal of Freedom dari presiden AS Barack Obama.
Dan baru-baru ini pria yang kini berusia 75 tahun itu menerima Nobel Sastra untuk karya-karyanya yang puitis. Ia menjadi musikus pertama yang dianugerahi Nobel.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373712/original/099603600_1476424513-bob-dylan-00021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/375662/original/060386700_1457949028-20150601_162327.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1375951/original/021901800_1476686350-Bob_Dylan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)