5 Sinetron Penting dalam Karier Yuki Kato

Dalam 5 judul sinetron ini, Yuki Kato mendapatkan sinarnya hingga diakui sebagai salah satu pesinetron muda berbakat.

Diterbitkan 06 September 2016, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Arti Sahabat (2010)

Vakum tiga tahun, Yuki kembali dengan peran dan sinetron yang bisa dibilang fenomenal di zamannya. Arti Sahabat sering disebut-sebut sebagai salah satu sinetron remaja tersukses yang pernah tayang, bahkan hingga lewat enam tahun.

Peran Yuki sebagai Rahayu Ajeng masih diingat betul penggemar hingga sekarang. Peran ini membuat popularitas Yuki melesat bak meteor. Pasangannya di Arti Sahabat, Stefan William, juga bernasib sama. Hingga kini, keduanya masih diidam-idamkan sebagai pasangan layar kaca dengan chemistry kuat.

Uniknya, pasangan Aliando Syarief-Prilly Latuconsina yang kini menggeser posisi Yuki-Stefan di kalangan remaja, bahkan mengakui jika pasangan ini adalah panutan juga idola mereka dalam menciptakan chemistry.

Gol-Gol Fatimah (2011)

Sinetron ini mungkin tak masuk deretan sinetron sukses yang pernah Yuki bintangi. Hanya berjumlah 31 episode saja saat tayang di SCTV, lima tahun silam. Meski begitu, di sinilah Yuki mendapat piala bergengsi pertama sebagai Aktris Ngetop di ajang SCTV Awards 2011.

Gol Gol Fatimah sendiri adalah sinetron kedua di mana Yuki kembali dipasangkan dengan Stefan William. Walau dianggap gagal mengulang prestasi, namun sinetron ini layak disebut salah satu sinetron terpenting dalam karier Yuki sepanjang 13 tahun terakhir.

Akankah Bunda Datang Ke Pernikahanku? (2014)

Judul terakhir bukanlah sinetron, melainkan sebuah FTV (film televisi). Di sini, Yuki bernama Permata, seorang anak yang mencari ibu kandungnya menjelang pernikahannya dengan Saputra (diperankan Mischa Chandrawinata). Yuki berakting cemerlang di debutnya pada FTV tersebut.

Berkat akting gemilangnya ini, Yuki meraih banyak penghargaan. Ia memborong penghargaan sebagai Pemeran Utama Wanita FTV Terpuji di Festival Film Bandung (2014) dan Pemeran Utama Wanita FTV Terbaik di Piala Vidia (2014).

Selain itu, drama ini juga menorehkan prestasi di kancah internasional dengan memenangkan penghargaan untuk kategori Special Award for Foreign Drama di ajang Tokyo International Drama Festival 2015 atau Tokyo Drama Awards 2015.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Puji Astuti HPS, Hotnida Novita Sary, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan