Review The Revenant dan Dongeng Oscar Leonardo DiCaprio

Jika Leonardo DiCaprio dongeng di Hollywood, maka The Revenant kemungkinan besar adalah klimaksnya.

Diterbitkan 05 Februari 2016, 16:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

The Revenant

Setelah gagal membawa pulang piala Oscar atas perannya di film The Wolf of Wall Street, Leonardo DiCaprio memilih untuk tak hadir di ajang Academy Awards ke-87 yang digelar pada 22 Februari 2015 lalu.

Ketidakhadiran Leonardo DiCaprio tersebut bukan lantaran kesal, namun karena sedang mempersiapkan sebuah film bertajuk The Revenant bareng sutradara Alejandro G. Inarritu.

rc="http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/932579/big/005834100_1437452775-therevenant2.jpg" alt="Bermain di film arahan sutradara Birdman, Alejandro Gonzalez Inarritu bertajuk The Revenant, Leonardo DiCaprio harus bertahan hidup.">

Di filmnya kali ini, DiCaprio rela untuk merasakan derita lahir batin selama kurang lebih delapan bulan. Premisnya juga bukan main berat, yaitu tentang kebangkitan seseorang di situasi yang luar biasa sulit.

"Saya bisa mengurutkan 30 sampai 40 hal tersulit yang harus saya lakukan di film ini. Entah itu berenang di sungai beku, tidur di bangkai hewan, atau menceritakan apa yang harus saya makan di lokasi syuting. Saya berada di kondisi yang sangat dingin dan berkemungkinan besar terkena hipotermia," ucap DiCaprio saat menceritakan penderitaannya di masa syuting.

Leonardo DiCaprio di film The Revenant (Source: indiewire.com)

p>Berlatar tahun 1823, The Revenant mengisahkan seorang pemburu bernama Hugh Glass yang nyaris mati diserang beruang grizzly. Dalam kondisi terluka parah, Glass mendapat sejumlah perlakuan mengerikan dari pasukannya sendiri. Ia kemudian bertekad untuk bangkit dan menuntut balas atas apa yang diterimanya.

The Revenant diadaptasi dari novel karya Michael Punke. Bukan keseluruhan, melainkan hanya beberapa lembar dari buku tersebut.

Meskipun berdurasi cukup lama, penulis naskahnya, Mark L. Smith dan Alejandro G. Inarritu ternyata tak terlalu berminat menceritakan sebab musabab terjadinya peristiwa ini. Bak memakai pintu ajaib Doraemon, penonton langsung diajak masuk ke situasi dimana para tokoh utama sedang terdesak oleh serangan para penduduk asli.

Leonardo DiCaprio di film The Revenant (Source: indiewire.com)

Unt

uk urusan akting, suguhan peran yang dibawakan Leonardo DiCaprio patut diacungi jempol. Ragam ekspresi yang diperlihatkannya mampu membuat penonton merasakan apa yang tengah diperlihatkannya.

Di departemen lain, Alejandro G. Inarritu juga sekali lagi berhasil memberikan tampilan natural dengan tone yang mendukung arah cerita. Ritmenya mampu dijaga sejak awal hingga akhir, layaknya film-film Inarritu sebelumnya. Sebut saja di antaranya Babel, Biutiful, hingga Birdman.

Lalu, apakah film ini mampu mengantarkan DiCaprio meraih Oscar? Dari sudut pandang penulis, jawabannya 80% pasti. Ibaratnya, jika Leonardo DiCaprio adalah dongeng di Hollywood, maka The Revenant kemungkinan besar merupakan klimaksnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Feby Ferdian, Ruly Riantrisnanto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan