Sukses

Profil dan Prediksi Juara D'Academy Asia: Lesti, si Cabe Rawit

Liputan6.com, Jakarta - Dangdut Academy Asia telah memasuki babak akhir. Setelah 1,5 bulan menjalani kompetisi ketat, 3 kontestan telah terpilih menjadi 3 terbaik yang layak masuk Grand Final. Dua wakil Indonesia akan bertarung dengan satu wakil dari Malaysia.

Lesti dan Danang, serta Shiha Zikir mampu mengalahkan para pesaingnya sejak masing-masing berada di Group awal, Top 20. Ketiganya kerap memuncaki klasemen berkat penampilan spektakuler hingga akhirnya nanti bertemu di pertarungan klimaks kompetisi. Siapa yang akan jadi juara?

Sebelum itu, kami telah merangkum kiprah ketiganya dalam review singkat. Berikut kami turunkan tulisan singkat tentang keunggulan, potensi dan prediksi finalis pertama, yaitu Lesti di Grand Final yang akan dimulai Senin (28/12/2015) malam ini.

2 dari 2 halaman

Lesti

Siswi kelas 1 SMA, kelahiran 4 Agustus 1999 ini adalah juara Dangdut Academy season 1. Dara asal Cianjur, Jawa Barat tersebut berangkat dari keluarga pesinden.

Tak heran, kemampuan Lesti memainkan dinamika lagu unggul jauh dari kontestan lain. Lesti piawai memainkan teknik falseto yang memang jadi keunggulan para pesinden. Uniknya, cara bicara Lesti jauh berbeda dengan ketika ia bernyanyi. Dan ini sering membuat banyak orang tak habis pikir.

Selama kompetisi D'Academy Asia, Lesti kerap menuai pujian dari para komentator dan juri. Rosalina Musa (Singapura) merasa iri melihat Indonesia memiki Lesti yang ia sebut sebagai berlian dunia dangdut. Fakhrul Razi (Brunei) bangga dan bersyukur masih bisa hidup dan menjadi saksi akan kedahsyatan suara gadis imut hitam manis ini.

Dari deretan juri, Pak Ngah asal Malaysia merasa takjub dengan menggelegarnya suara Lesti. Bunda Hetty Koes Endang menjulukinya si Cabe Rawit. Mayuni Omar (Singapura) hingga kini masih tak percaya dengan usia Lesti yang baru 16 tahun tapi memiliki kualitas dan talenta yang luar biasa besar. Mayuni bahkan memprediksi Lesti akan menjadi juara di Grand Final nanti. Pujian dan prediksi serupa diungkapkan DJ Daffy (Brunei) dan Zul 2BY2 (Malaysia).

Diva Malaysia, Siti Nurhaliza yang sempat menjadi komentator tamu juga mengaku kagum dengan talenta Lesti. Begitupun dengan Syahrini. Penyanyi yang akrab dipanggil dengan Princess ini pernah mengajak Lesti terlibat di konser tunggalnya beberapa waktu yang lalu, masih geleng-geleng mendengar suara dan menyaksikan penampilan Lesti diatas panggung yang sudah selevel penyanyi senior.

Pada konser Road to Grand Final yang berlangsung Minggu (27/12/2015) tadi malam, nyaris semua komentator tanpa ragu menyebut Lesti yang akan keluar sebagai juara. Hal ini juga didasari dengan perolehan poin yang didapat dari sistem Group, Top 20 hingga Top 6 lalu sampai ke konser terakhir.

Lesti selalu menjadi juara grup. Total nilainya selalu di atas 720 poin. Nilai yang diberikan tiap juri tak pernah di bawah 90. Nilai tertinggi hingga 97, berkali-kali ia dapat. Best performance-nya selama ajang ini berlangsung ada lebih dari 3 aksi, bahkan mungkin seluruh aksinya adalah yang terbaik karena Lesti selalu tampil tanpa cela. Namun, yang paling memukau menurut komentator dan juri adalah ketika ia menyanyikan lagu Keramat ciptaan H. Rhoma Irama.

Di konser Top 10 yang berlangsung pada 14-15 Desember lalu, semua komentator dibuatnya berlinang airmata. Panggung D'Academy Asia mendadak sunyi karena hampir seluruh orang yang ada di studio menangis. Lesti memang tampil sempurna. Tak hanya vokalnya yang kuat, penghayatan, ekspresi, penguasaan panggung, dan dinamikanya tak satupun meleset.

Dengan jejeran keunggulan dan puja-puji dari komentator dan juri di atas, pemilik nama lengkap Lesti Andryani ini layak disebut sebagai unggulan pertama. Kalau tak terpeleset di Grand Final nanti, 99 persen Lesti sudah pasti bakal jadi juara. (Puj/Ade)