Sukses

Mengenal 3 Komentator D'Academy Asia dari Negeri Tetangga

Liputan6.com, Jakarta - Anda penonton setia D'Academy Asia yang ditayangkan Indosiar? Jika belum, tontonlah. Niscaya, Anda bakal terhibur dengan acara ini.

Meski durasi tayangnya terkadang tak masuk akal (bayangkan kita harus duduk manis selama kurang lebih 5,5 jam) tapi acara ini punya banyak senjata yang membuat penonton tak berpaling.

Evi Masamba bersama D'Academy Asia asal Singapura. [Foto: Herman Zakaria/Liputan6.com]

Selain disuguhi kualitas vokal dan penampilan para peserta dari 4 negara yang membuat kita terkagum-kagum, D'Academy Asia juga punya 4 host super gokil. Ramzi, Irfan Hakim, Rina Nose, dan Andhika Pratama sudah terbukti sukses memandu Dangdut Academy season 2 yang melahirkan Evi dari Masamba sebagai juara pertama. Maka tak heran, chemistry kuartet ini begitu kuat dan saling mengisi di gelaran D'Academy Asia.

Selain mereka, hadir pula 7 komentator. Terdiri dari 4 komentator Indonesia dan 3 sisanya adalah komentator dari 3 negeri tetangga. Para komentator itu adalah Saiful Jamil, Inul Daratista, Soimah, dan Ivan Gunawan. Inul terkadang berganti tugas dengan Iis Dahlia atau Rita Sugiarto.

Enam orang di atas sudah sering kita lihat di Dangdut Academy sebelumnya. Bagaimana dengan 3 komentator dari 3 negara lainnya? Berikut kami ulas keunikan dan hal menarik yang kita lihat dari 3 komentator tersebut.

2 dari 4 halaman

Mas Idayu

Mas Idayu

Malaysia yang diwakili Mas Idayu, penyanyi era 90-an yang dijuluki Ratu di negaranya, langsung menarik perhatian penonton. Jika Anda perhatikan, Mami, begitu ia akrab disapa, memiliki gaya unik saat memegang mic. Mami seperti enggan menyentuh tapi mic tersebut tak jatuh. Mic terlihat menyantel kuat di sela jari.

Selain caranya memegang mic yang aneh, Mami juga kerap marah-marah ketika mengomentari penampilan peserta apalagi jika peserta tersebut tampil buruk. Mami sering pula berdebat dengan Ramzi yang sangat suka meledeknya. Ia juga sering memarahi Bang Ipul yang nyebelin.

Tapi, jangan salah. Meski kerap ngomel-ngomel tak jelas, Mami juga sangat suka tertawa hingga terbahak-bahak. Soimah paling sering membuatnya ngakak. Dan saat dia tertawa, kita pun jadi ikutan ngikik.

3 dari 4 halaman

Fakhrul Razi

Fakhrul Razi

Komentator kedua yaitu Fakhrul Razi. Lajang asal Brunei ini memiliki wajah manis dan sikapnya sangat kalem. Hal unik dari Fakhrul selama gelaran D'Academy Asia yang paling mencolok adalah ia selalu mengucap salam sebelum memulai komentar. Menariknya, di akhir komentar, Fakhrul mengucapkan salam seperti layaknya Da'i selesai berdakwah. Ucapan "Wabillahi Taufiq Walhidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh", tak pernah absen ia lafadzkan.

Hal lucu lain dari Fakhrul yang membuat kita tersenyum adalah digosipkannya ia dengan Rina Nose. Kita mafhum, jika selalu ada gimmick untuk acara talent show. Tak hanya dari peserta, tapi host dan komentatorpun kena getahnya.

Mengingat sebelumnya Rina pernah "menjalin hubungan" dengan kerabat dari Reza, salah satu kontestan D'Academy season 2, maka ketika kali ini dirinya disandingkan dengan Fakhrul, kita pun ikut senang. Syukur-syukur kalau jodoh benaran, ya.

4 dari 4 halaman

Rosalina Musa

Rosalina Musa

Terakhir dari negeri Singa, kita melihat seorang wanita cantik yang sangat anggun tapi juga charming. Rosalina Musa namanya. Kita mendengar semuanya memanggil dengan sebutan "Kak Ros", seolah ia Kak Ros dari serial Upin Ipin. Kak Ros punya tipikal suara kecil tapi kuat. Cara bicaranya unik didengar. Kak Ros selalu mengapresiasi semua penampilan peserta dengan wajah sumringah. Ia sangat segan mengkritik peserta. Bisa dibilang, ia adalah Ibu Peri di D'Academy Asia ini.

Ada kejadian lucu saat awal acara ini dimulai. Bang Ipul membawa jengkol balado yang terlihat menggoda selera. Mas Idayu dan Fakhrul antusias mencicipi makanan yang terkenal dengan aromanya yang khas tersebut. Tapi begitu Kak Ros diminta ikut memakannya, ia dengan hati-hati menggigit ujung jengkol sedikit saja. Setelahnya langsung dikeluarkan lagi. Ternyata dia tak doyan jengkol. Hihihi.

Di luar itu semua, 3 komentator dari negeri seberang ini sangat cepat beradaptasi dengan 6 komentator dari Indonesia lainnya. Celetukan komentator kita begitu cepat diserap mereka. Tak jarang, mereka menimpali ledekan atau celaan dari komentator lain ataupun dari host. Namun, pendapat dan masukan mereka pada setiap penampilan peserta juga tetap berbobot.

Dari 3 nama di atas, adakah yang anda sukai dan selalu nantikan komentar atau tingkahnya di D'Academy Asia? (Puj/Ade)