8 Film Bioskop Adaptasi Manga Populer

Apa saja enam judul manga populer yang pernah diadaptasi menjadi sebuah film oleh para sineas Jepang?

Diterbitkan 22 Oktober 2014, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan



Bahkan, penampilan para shinigami yang bertugas sebagai pengawas buku kematian itu pun terlihat sangat hidup walaupun cuma digarap melalui polesan teknologi grafis komputer (CG).

Crows Zero

Crows Zero

Manga Crows karya Hiroshi Takahashi bisa dibilang cukup populer, meskipun franchise ini semakin bertambah penggemarnya sejak difilmkan dan dirilis pertama kali pada 2007.



Bertindak sebagai prekuel manga, film adaptasi bertajuk Crows Zero telah dibuat menjadi tiga buah judul film layar lebar. Banyaknya adegan pertarungan dengan sentuhan humor dan drama menjadi daya tarik tersendiri bagi film ini.

Great Teacher Onizuka

Great Teacher Onizuka

Tentunya tak ada satu pun penggemar manga dan anime yang tidak mengenal Great Teacher Onizuka (GTO) karya Tooru Fujisawa. Populer di manga, anime, dan dorama, kisah tentang guru mantan anggota geng ini sempat hadir melalui film layar lebar.



Meskipun bertindak sebagai cerita sendiri, namun Takashi Sorimachi kembali sebagai aktor utama film. Bahkan, beberapa rujukan dari dorama pun tidak disebutkan sama sekali di dalam film yang rilis pada tahun 1999 ini.

Black Butler

Black Butler

Memiliki penjualan yang cukup laris, Black Butler pun tak lepas dari cap manga terlaris. Sehingga para sineas Negeri Sakura pun berniat mengangkat buah karya Yana Toboso ini ke layar lebar.



Perubahan pun terjadi ketika versi filmnya digarap melalui tangan sutradara Kentaro Otani dan Keiichi Sato. Salah satunya adalah karakter utama perempuan yang menggantikan tokoh anak laki-laki dalam manga. Era filmnya pun berada di beberapa abad setelah kisah manga.

Sayang, beberapa penggemar dan pengamat menganggap film Black Butler kurang memuaskan. Akan tetapi berbagai adegan aksi yang ditampilkan cukup apik.

Beck

Beck

Sejak perilisannya, Beck dianggap sebagai salah satu trendsetter manga bernuansa musik rock, meskipun beberapa judul sudah pernah mengangkat tema tersebut. Namun manga karya Harold Sakuishi ini dianggap sebagai salah satu mahakarya tersendiri.



Filmnya yang dirilis pada 2010 dengan arahan sutradara Yukihiko Tsutsumi, memiliki nuansa yang nyaris sama seperti versi manga. Sayangnya suara emas salah satu karakternya tidak diperdengarkan saat bernyanyi supaya menambah kesan ajaib.

Devilman

Devilman

Manga karangan Go Nagai ini terbilang cukup populer di era 1970an. Banyak penggemar yang menantikan kisah remaja yang bisa menjadi manusia iblis ini. Terutama, ada beberapa unsur kepahlawanan yang unik di dalam kisah Devilman.



Sayangnya pada 2004, sebuah film live-action tokusatsu yang digembar-gemborkan bakal meledak malah mengecawakan penggemar. Terlebih lagi, unsur tragedi dalam film dianggap terlalu memaksakan dan berlebihan. (Rul/Feb)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Ade IrwansyahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan