Sukses

ST12 Diminta Nyanyikan Lagu Salam Terakhir oleh Istri PM Malaysia

Liputan6.com, Jakarta Hengkangnya Charly Van Houten dari ST12 tidak membuat band asal Bandung, Jawa Barat, ini sedikit meredup. Dengan diperkuat Dimas sebagai vokalis terbarunya, kini ST12 makin membuktikan prestasinya dalam musik pop melayu.
 
Bukan hanya di Indonesia, bahkan ST12 pun makin melebarkan sayap bermusiknya hingga mencakup Asia. Hebatnya lagi, band yang digawangi oleh Pepep, Indra, dan Dimas tersebut dipercaya oleh istri Perdana Menteri (PM) Malaysia untuk membawakan lagu legendaris berjudul Salam Terakhir.
 
Uniknya lagi, lagu tersebut diminta oleh pemerintahan Malaysia untuk mengenang tragedi pesawat MH17 hingga saat ini tidak ditemukan keberadaannya. Lagu Salam Terakhir diciptakan untuk hilangnya pesawat MH17 sekaligus untuk salam perpisahan dari penyanyi sekaligus pencipta lagunya sebelum meninggal dunia.

"Lagu ini sangat legendaris di Malaysia. Dan pemerintah sana lewat istri perdana menteri, Bu Rosmah, meminta kita untuk membawakannya. Ini ada kaitannya dengan pesawat MH17. Jadi nanti mau dijadikan lagu nasional di sana. Nah sekarang kita garap videoklipnya," ungkap Pepep sang drummer saat ditemui di lokasi syuting videoklip di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (14/10/2014).
 
"Lagu ini sangat luar biasa sedihnya. Jadi memang tema lagunya kepergian seseorang. Si penyanyinya setelah menyanyi dan rilis lagu itu, wafat. Dia berpesan untuk pergi. Syair cukup dalam sih memang. Dia pamit di lagunya," lanjut pentolan ST12 itu.
 
Di Malaysia, lagu Salam Terakhir itu menjadi lagu yang wajib diputarkan diseluruh radio di Malaysia saat tragedi menimpa MH17. Perdana menteri meminta diputar 30 kali sehari tiap satu stasiun radio.
 
 
Dalam kesempatan kali ini, ST12 berkesempatan untuk mendaur ulang lagunya menjadi lagu yang lebih mewakili karakter ST12. Pepep mengatakan kalau bandnya merombak total serta melakukan aransemen ulang dengan lagu itu. (Cho/Fir)