Sukses

Tak Mau Pasang Silikon Seperti Mpok Atiek, Ini Caranya

Liputan6.com, Jakarta Komedian Mpok Atiek pernah merasakan bahayanya silikon yang ada di wajahnya. Selama 23 tahun, Mpok Atiek memermak wajahnya dengan suntik silikon. Sampai akhirnya, Mpok Atiek pun membuang silikon yang masih bersarang di wajahnya.

"Kalau kata dokter, banyak kanker yang mengancam jiwa. Mau nggak mau harus dibuang karena bikin kanker muka. Saya sudah 16 kali melakukan operasi pengangkatan silikon," kata Mpok Atiek

Memiliki wajah yang berisi serta buah dada yang besar memang idaman setiap wanita. Jika itu yang diinginkan, Anda bisa meliriknya dengan cara melakukan operasi bedah transfer lemak atau fat transfer. Cara ini diyakini jauh lebih aman dibandingkan melakukan operasi implan silikon.

Dokter spesialis bedah plastik, dr Hendri Andreas Sp.BP, mengatakan di Indonesia operasi fat transfer masih belum populer. Padahal hasil operasi ini, kata dia, pasien tidak terlalu merasakan nyeri dalam jangka waktu lama maupun hadirnya bekas luka yang kerap menganggu penampilan.

"Operasi fat transfer ini aman karena menggunakan dari bagian lemak tubuh sendiri. Bekas lukanya kecil sekali hanya berupa titik bekas suntikan. Kalau implan silikon payudara bisa meninggalkan bekas luka sampai 4-5 cm," kata dr Hendri ketika dijumpai di Jakarta.
 
Untuk teknik fat transfer ini, dr Hendri menjelaskan, lemak yang digunakan berasal dari lemak yang terdapat di bawah kulit, bukan dari lemak di dalam darah. Hasil simposium fat transfer yang baru saja diikutinya di Taiwan, ia mengatakan, pengambilan lemak bisa diambil dari bagian paha maupun pinggang. Lemak-lemak tersebut selanjutnya dipindahkan ke bagian wajah dan dada.

Untuk pengambilan lemak dari bagian paha maupun pinggang, dokter kelahiran Plaju, Palembang, ini mengatakan, dapat dilakukan dalam beberapa proses. Di antaranya dengan melakukan proses pemutaran lemak, pembilasan dengan cairan atau membiarkan hingga tersisa endapan lemaknya. Setelah proses tersebut, kata dia, barulah lemak dipindahkan ke bagian wajah atau dada dengan cara disuntik. "Inilah yang membuat bekas lukanya menjadi nyaris tidak terlihat," jelas dokter spesialis bedah plastik jebolan Universitas Indonesia (UI) ini.