Adhi Karya Kantongi Pendapatan Rp 5,37 Triliun hingga Kuartal III 2026

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan pendapatan Rp 5,37 triliun per September 2026. Laba usaha naik jadi Rp 320,73 miliar di tengah efisiensi liabilitas.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 16:02 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 5,37 triliun hingga 30 September 2026. Realisasi tersebut menurun dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yang mencapai Rp 5,65 triliun.

Mengutio keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/10/2026), di tengah penurunan pendapatan, ADHI berhasil meningkatkan laba usaha menjadi Rp 320,73 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 260,48 miliar.

Namun, peningkatan laba usaha tersebut belum diikuti kenaikan laba tahun berjalan. Hingga 30 September 2026, ADHI membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 15,87 miliar, turun dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 21,33 miliar.

Dari sisi neraca, jumlah aset lancar ADHI tercatat sebesar Rp 17,14 triliun per 30 September 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp 16,61 triliun.

Sebaliknya, aset tidak lancar mengalami penurunan dari Rp 12,17 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp 9,62 triliun per September 2026.

Dengan demikian, total aset ADHI pada akhir September 2026 mencapai sekitar Rp 26,77 triliun, lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai sekitar Rp 28,79 triliun.

Penurunan total aset tersebut sejalan dengan berkurangnya nilai aset tidak lancar perseroan, meskipun aset lancar mengalami peningkatan.

 

Liabilitas Jangka Pendek Turun, Ekuitas Naik

Pada sisi kewajiban, ADHI mencatatkan jumlah liabilitas jangka pendek sebesar Rp 17,15 triliun per 30 September 2026. Angka ini turun dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai Rp 19,45 triliun.

Sementara itu, liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 6,30 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 6,03 triliun.

Secara keseluruhan, total liabilitas ADHI mencapai sekitar Rp 23,46 triliun pada akhir September 2026, lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 sekitar Rp 25,49 triliun. Adapun jumlah ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp 3,31 triliun, meningkat tipis dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 3,29 triliun.